PejuangKantoran.com - Bank Vatican mengambil langkah baru dalam dunia keuangan global dengan meluncurkan dua indeks saham yang sepenuhnya berlandaskan prinsip Katolik.
Melalui Lembaga Karya Rohani (IOR), atau yang lebih dikenal sebagai Bank Vatikan, inisiatif ini menegaskan komitmen Gereja terhadap praktik investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada nilai moral, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
Peluncuran tersebut dilakukan bersama Morningstar Indexes, salah satu penyedia data dan indeks keuangan terkemuka dunia.
Baca Juga: Penukaran Uang Baru untuk Angpao Lebaran Sudah Dibuka di Bank Indonesia, Simak Cara Pesannya!
Dua indeks yang diperkenalkan adalah Morningstar IOR Eurozone Catholic Principles dan Morningstar IOR US Catholic Principles. Keduanya dirancang sebagai tolok ukur investasi bagi institusi Katolik yang ingin menanamkan dana secara etis dan bertanggung jawab.
Berdasarkan siaran pers resmi yang dirilis pada 10 Februari 2026, masing-masing indeks mencakup 50 perusahaan berkapitalisasi menengah hingga besar.
Perusahaan-perusahaan ini diseleksi secara ketat dengan mengacu pada Kebijakan Investasi IOR yang berakar pada Ajaran Sosial Gereja Katolik.
Artinya, hanya perusahaan yang dinilai sejalan dengan nilai penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan yang dapat masuk dalam indeks tersebut.
Baca Juga: Elon Musk Sarankan untuk Tidak Mengandalkan CV Saja saat Merekrut Karyawan
Sebaliknya, perusahaan yang terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Katolik secara tegas dikecualikan. Ini mencakup sektor atau praktik yang dinilai merugikan kehidupan manusia, memperparah ketimpangan sosial, atau merusak lingkungan.
Dengan pendekatan ini, Bank Vatican ingin memastikan bahwa aktivitas investasi juga menjadi sarana kesaksian nilai iman dalam ranah ekonomi modern. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari dokumen Mensuram Bonam yang diterbitkan Vatikan pada 2022.
Dokumen tersebut menjadi pedoman moral bagi umat Katolik dalam mengambil keputusan ekonomi, dengan menekankan tanggung jawab terhadap kaum miskin, kesejahteraan bersama, dan dampak jangka panjang dari aktivitas finansial.
Wakil Direktur Jenderal sekaligus Kepala Manajemen Aset IOR, Giovanni Boscia, menyebut peluncuran dua indeks ini sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola dan transparansi keuangan Bank Vatikan.
Menurutnya, keberadaan tolok ukur yang dibangun berdasarkan prinsip etika Katolik memungkinkan evaluasi kinerja investasi dilakukan secara lebih terukur dan akuntabel.