Krakow bahkan mencatat skor tertinggi dalam laporan tersebut, menjadikannya salah satu kota paling menarik bagi digital nomad di Eropa saat ini.
Baca Juga: Dikira Nggak Profesional, Ternyata Ini Alasan Gen Z Sering Tak Balas Email
Menariknya, laporan ini juga menyoroti adanya lonjakan harga musiman, terutama di kota-kota Mediterania seperti Rome, Florence, dan Heraklion.
Saat musim panas, permintaan meningkat seiring datangnya wisatawan dan pekerja jarak jauh, yang pada akhirnya mendorong harga sewa naik signifikan.
Menurut analis data PlayersTime, Silvana Vladimirova, tren ini akan semakin memperlebar perbedaan biaya antara musim ramai dan sepi, sekaligus memengaruhi keputusan lokasi para digital nomad.
Fleksibilitas Jadi Kunci
Terlepas dari tantangan biaya, satu hal yang tetap konsisten: digital nomad semakin mengutamakan fleksibilitas dalam memilih tempat tinggal.
Akomodasi seperti Airbnb memberi mereka kebebasan untuk menyesuaikan gaya hidup—baik itu bekerja dari balkon apartemen di kota besar, maupun tinggal lebih lama di destinasi yang lebih terjangkau.
Di tengah pilihan yang semakin beragam, keputusan akhirnya kembali pada prioritas masing-masing: apakah mengejar pengalaman di kota premium, atau mencari keseimbangan antara biaya dan kualitas hidup.