Dikira Nggak Profesional, Ternyata Ini Alasan Gen Z Sering Tak Balas Email

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 April 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi: Ketika seseorang diminta mengingat banyak hal sambil mengecek email, kemampuan mereka membedakan email asli dan phishing jadi menurun.  (Related Digital)
Ilustrasi: Ketika seseorang diminta mengingat banyak hal sambil mengecek email, kemampuan mereka membedakan email asli dan phishing jadi menurun. (Related Digital)

PejuangKantoran.com - Kebiasaan generasi Z yang kerap mengabaikan email kerja sering kali disalahartikan sebagai bentuk kemalasan atau kurangnya profesionalisme. Namun, di balik perilaku tersebut, ada perubahan cara berkomunikasi yang lebih mendasar di dunia kerja modern.

Gen Z, yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital, cenderung lebih mengandalkan komunikasi instan seperti chat atau aplikasi pesan dibandingkan email. Bagi mereka, email dianggap terlalu formal, lambat, dan kurang efisien untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari yang serba cepat.

Alih-alih membuka email yang panjang, Gen Z lebih memilih platform komunikasi yang memungkinkan respons cepat dan langsung. Hal ini membuat mereka merasa lebih produktif karena dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menunggu balasan dalam waktu lama.

Baca Juga: Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?

Dalam banyak kasus, email baru akan dibuka jika dianggap benar-benar penting atau berkaitan langsung dengan tugas utama mereka. Selebihnya, pesan yang masuk sering kali tertunda untuk dibaca, bahkan terlewat begitu saja.

Bukan Soal Etika, Tapi Preferensi

Perubahan ini bukan semata soal sikap kerja, melainkan pergeseran preferensi komunikasi. Gen Z terbiasa dengan informasi yang singkat, jelas, dan to the point. Format email yang panjang dan bertele-tele justru dianggap kurang efektif.

Di sisi lain, budaya kerja lintas generasi sering kali memicu kesalahpahaman. Generasi yang lebih senior masih melihat email sebagai alat komunikasi utama yang formal dan profesional, sementara Gen Z menganggapnya hanya sebagai salah satu opsi, bukan prioritas.

Baca Juga: Nutrisi yang Sering Terlupakan Ini Ternyata Penting untuk Kesehatan Mental

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja terus berkembang, termasuk dalam hal komunikasi. Perusahaan perlu mulai menyesuaikan pendekatan dengan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi yang lebih fleksibel dan relevan dengan generasi baru.

Bagi Gen Z sendiri, memahami pentingnya email dalam konteks profesional tetap menjadi hal yang krusial, terutama untuk komunikasi resmi atau lintas organisasi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X