PejuangKantoran.com - Women From Rote Island boleh dibilang merupakan film yang kurang populer di kalangan para penonton film. Namun perhatian penonton beralih ketika film ini berhasil merebut Film Cerita Panjang Terbaik dan Sutradara Terbaik dari Festival Film Indonesia 2023.
Dari sisi pemain, Women From Rote Island banyak menampilkan aktor dan aktris baru pertama kali bermain film. Namun soal kualitas akting dan dedikasi, kemampuan mereka tidak kalah dengan yang sudah berpengalaman.
Adalah keputusan sutradara Jeremias Nyangoen untuk mengkasting para pemain lokal di film berlatar Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini. Alasannya, agar dialek khas Rote tertangkap di film.
Baca Juga: Sulit Mencari Pemain, Talent Scouter Film Women From Rote Island Izin Hunting ke Rumah Bordil
Hasilnya, hampir setengah dari kru dan pemain Women From Rote Island berasal dari Rote dan NTT. Salah satunya Merlinda Dessy Adoe, yang melakukan debut aktingnya sebagai Mama Orpa.
Tidak mudah bagi perempuan yang akrab disapa Linda Adoe ini untuk mendalami peran Mama Orpa. Trik yang ia gunakan untuk lebih cepat “masuk” ke karakternya adalah mengambil hal yang paling relate dengan dirinya.
“Berperan sebagai Mama, kebetulan saya juga seorang ibu. Jadi saya membayangkan jika keadaan itu terjadi pada diri saya.
"Dan, untuk memerankan karakter ini, kita pemain benar-benar menyerahkan diri seutuhnya untuk dibentuk dan dilatih oleh pelatih akting.
“Beruntung kita sesama pemain saling bantu. Waktu istirahat, kita sering latihan bersama,” terang Linda Doe, usai pemutaran film Women From Rote Island di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023, pekan lalu.
Aktor Van Jhoov, yang berperan sebagai Damar, membenarkan pendapat Linda. Ia menambahkan, untuk memperdalam ikatan emosi, para pemain tinggal bersama dalam satu tempat selama syuting.
“Kita memang ada waktu untuk workshop dan kebetulan ditempatkan di satu rusun di Rote. Bahkan Mama dan anak-anaknya ditempatkan di satu ruangan, satu kamar untuk bisa membangun chemistry.
Baca Juga: Women From Rote Island: Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Balik Keindahan Alam Pulau Rote
“Di sela take, kita saling share pengalaman yang mungkin pernah kita dengar atau lihat, memberi masukan-masukan pada gesture, sehingga menambah wawasan dalam ilmu berakting.
“Maklum, 95 persen pemain baru pertama kali akting di depan kamera. Cuma dua atau tiga orang yang pernah di depan kamera, termasuk saya, di mana ini pun film panjang pertama saya.
“Jadi, tidak ada ego siapa yang sudah pernah berakting atau belum. Ini film kita, kita kasih yang terbaik!” tukas Van Jhoov.
Artikel Terkait
Review Daily Dose of Sunshine: Park Bo-young Buktikan Tiap Orang Punya Pergumulannya Sendiri
RM, Jimin, V, dan Jungkook BTS Berangkat Wamil Desember Ini, Duh Ditinggal Pas Lagi Sayang-sayangnya!
Liburan Enaknya Kemana? Ini Destinasi Wisata Seru yang Bisa Dikunjungi, Mumpung Masih Gajian
20.444 Pengunjung Hadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18. Siapa Pemenang Golden Hanoman?
Plastik Ramah Lingkungan Tersemat di Smartphone Premium, Ini Faedahnya
Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Peach Fuzz, Tren Warna yang Bakal Populer di 2024: Melambangkan Harapan