Mengapa George Michael Kecewa dengan Kesuksesan Last Christmas, Lagu Natal Ikonik Milik Wham!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 24 Desember 2023 | 21:49 WIB
Last Christmas milik duo Wham! merupakan salah satu lagu Natal ikonik selama empat dekade terakhir. (Gold Radio UK)
Last Christmas milik duo Wham! merupakan salah satu lagu Natal ikonik selama empat dekade terakhir. (Gold Radio UK)

PejuangKantoran.com - Setiap tahun selalu ada lagu-lagu Natal baru dari para penyanyi internasional. Santa Tell Me-nya Ariana Grande atau It’s Beginning to Look A Lot Like Christmas yang dibawakan V BTS, cukup populer di kalangan pendengar beberapa tahun terakhir.

Namun tak bisa dipungkiri, ada beberapa lagu Natal ikonik yang akan selalu diperdengarkan menjelang Natal. Sebut saja Happy Xmas (War Is Over) dari John Lennon, All I Want for Christmas is You milik Mariah Carey, atau Last Christmas lantunan kelompok Wham!.

Dua lagu terakhir ini, All I Want for Christmas is You dan Last Christmas, konsisten menduduki tangga lagu setiap holiday season. Padahal, dua penyanyinya sama-sama punya kenangan yang kurang menyenangkan tentang Natal.

Baca Juga: Jenis-jenis Teh Hangat yang Diminum Saat Batuk, Bikin Tenggorokan Lega

Jika Mariah Carey mengaku tak pernah merayakan Natal di masa kecilnya yang suram, pentolan Wham! mendiang George Michael punya banyak pemikiran tentang kemampuan lagu tersebut bertahan di tangga lagu Natal.

Menurut mantan manajer Wham! Simon Napier-Bell, George Michael menganggap kesuksesan lagu Natal mereka yang dirilis tahun 1984 itu agak “menjengkelkan.”

Napier-Bell (84), yang bekerja dengan duo pop tersebut dari awal berdirinya (1981) hingga mereka pecah kongsi pada 1986, menjelaskan bahwa George Michael menyukai lagu itu tetapi sekaligus merasa frustrasi karena lagu itu dinilai terlalu sempurna.

“Dia agak kecewa dengan fakta bahwa dia tahu itu lagu terbaik yang pernah dia tulis. George itu sangat ingin dikenang sebagai penulis lagu yang hebat.

“Dan menurutku di lubuk hatinya… agak menjengkelkan karena lagu yang dia buat begitu sempurna adalah lagu Natal,” kata Napier-Bell pada The Telegraph.

Dia meluangkan waktu untuk merenungkan betapa abadinya lagu Last Christmas, dan mengatakan, “Ini karya yang luar biasa, kan? “Bagaimana Anda bisa membuat lagu Natal yang menampikan lonceng di dalamnya, dan bertuliskan 'Natal' setiap tiga detik, tapi tidak terkesan murahan?”

“Luar biasa sekali bagaimana ‘Last Christmas’ diangkat,” kilahnya.

Baca Juga: Biasa Pakai Nike atau Adidas, Gibran Rakabuming Pilih Pakai Sepatu Brand Lokal dari Klaten saat Debat Cawapres

Last Christmas masih terus menjadi lagu Natal ikonik selama empat decade ini, sedangkan Wham! disebut sebagai salah satu band yang menandai British Invasion pada tahun 1980-an.

Tiga lagu mereka, Careless Whisper, Everything She Wants dan Wake Me Up Before You Go-Go, menempati peringkat 1 tangga lagu Billboard Hot 100.

The Rock and Roll Hall of Fame memasukkan George Michael ke dalam organisasi tersebut secara anumerta pada musim gugur tahun ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: People

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X