PejuangKantoran.com - Reza Rahadian dikenal sebagai salah satu aktor terbaik di Indonesia, terbukti dari penghargaan-penghargaan yang diraih dari berbagai genre film yang dibintangi.
Bersama Arya Ibrahims, aktor kelahiran Bogor 5 Maret 1987 itu juga mendirikan Gambar Gerak. Rumah produksi ini akan meluncurkan film pertamanya, Pangku, di mana Reza bertindak sebagai sutradara.
"Rasanya kalau ditanya kenapa, saya paling susah jawab. Saya percaya dengan desa kala patra di mana waktu, tempat dan kejadian terjadi pada waktunya.
Baca Juga: BRI Peduli Gercep Salurkan Bantuan untuk Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki Laki
"Saya merasa tepat saja waktunya sekarang. Proyek ini sangat-sangat mengalir, semua berjalan sangat organik.
"Semua disiapkan tanpa terburu-buru mulai Februari. Ada masa-masa kita set up dulu," terang pemenang 4 Piala Citra itu saat konferensi pers Pangku di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Sebenarnya hasrat menjadi sutradara sudah muncul dalam diri Reza sejak tahun lalu. Diakuinya, hal itu berkat dorongan Happy Salma yang akhirnya membuat ia memutuskan untuk serius merintis keinginannya menjadi sutradara.
"Saya secara pribadi mengikuti beberapa tahun terakhir bagaimana dedikasi dan integritas Reza Rahadian.
"Intinya saya senang sekali ketika Reza menyampaikan sebuah gagasan, puisi tentang tokoh yang relevan di sekitar kita menjadi karya yang baru, sebuah film," puji Happy Salma, yang bertindak sebagai Associate Producer di film Pangku.
Perjuangan hidup perempuan
Baca Juga: Pertumbuhan Bisnis UMKM Melambat pada Triwulan III 2024, Daya Beli Jadi Tantangan Utama
Di film pertamanya sebagai sutradara, Reza Rahadian mengangkat satu tradisi kopi pangku di kawasan Pantura, yang akan dipadukan dengan ketangguhan tokoh-tokoh wanita yang ada di dalam cerita.
Background cerita film ini punya makna yang sebenarnya, yaitu memangku. Ada sebuah tradisi yang namanya kopi pangku di daerah wilayah Pantura.
"Tradisi ini sudah berjalan dari daerah yang cukup jauh, tapi sebagian melintasi Cirebon, Indramayu dan lain-lain," ujar Reza, yang mengunjungi lokasi tersebut saat syuting film 5 atau 6 tahun silam.
"Terbersit begitu saja kalau suatu hari bikin film, saya akan memilih setting-nya tidak jauh dari apa yang ada di sana. Film ini tentang cinta, hubungan antar manusia, serta perjuangan hidup," terang Reza.
Artikel Terkait
Cybercrime Marak, BRI Tak Kalah Gertak dengan Tingkatkan Keamanan dan Terus Edukasi Nasabah
Asiiik... Tahun 2025 Masyarakat Indonesia Bisa Medical Check Up Gratis saat Ulang Tahun
Awalnya Tidak Terlihat, Lama-kelamaan Lingkungan Kerja yang Toxic akan Terungkap. Ini Tandanya!
MK Kabulkan Gugatan Uji Materi UU Cipta Kerja yang Diajukan Partai Buruh, Salah Satunya Soal PHK
Aksi Petugas PPSU Jakarta Itu Melindungi Hak Pejalan Kaki & Menjaga Pengendara Motor Dari Jeratan Hukum
Catat! Ini Jadwal dan Tarif Terbaru Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta dari Jakarta
Telan Biaya Rp14 T, Proyek Terminal 4 Bandara Soetta Batal. Berapa Peringkat Bandara Ini di Dunia?