PejuangKantoran.com - Di antara gempuran film horor yang akan beredar bulan Juli ini, ada satu film yang mengangkat tema dan genre yang cukup jarang diangkat, yakni teen romance dan isu pencarian jati diri di masa remaja.
Bertaut Rindu, yang mengangkat tagline "Semua Impian Berhak Dirayakan", disutradarai oleh Rako Prijanto dan diproduksi oleh SinemArt.
Film ini menceritakan konflik dan gejolak batin sepasang remaja Magnus (Ari Irham) dan Jovanka (Adhisty Zara) dalam menghadapi kekangan keluarga dan tekanan dari lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Penyebab Atasan Bersikap Pasif-Agresif, Bisa Membuat Karyawan Jadi Bingung dan Stres!
Magnus adalah remaja pendiam yang harus memendam keinginan karena orang tuanya terlalu mengatur kehidupannya. Sedangkan Jovanka adalah murid baru di sekolah Magnus yang walau terlihat ceria, sebenarnya memiliki keresahan-keresahan dalam hatinya.
“Jovanka itu orang tuanya divorce. Ayahnya punya pacar dan mau menikah lagi. Itu yang menghambat perjalanannya dalam mengejar mimpinya karena orang tuanya pisah.
"Dia harus pindah ke Bandung dari Jakarta. Ia harus adaptasi dengan suasana baru lagi. Mulai dari nol lagi. Konflik seperti ini mungkin penonton akan banyak yang relate!” ujar Zara Adhisty, saat meet n greet Bertaut Rindu di GOR Sumantri, Jakarta, Sabtu (28/06/2025).
Melalui pertemuan dan interaksi keduanya, Magnus dan Jovanka belajar berdamai dengan masa lalu, belajar mengambil keputusan dan menentukan masa depan mereka.
Bagi Zara sendiri, apa yang dialami Jovanka sedikit banyak bisa ia mengerti. Dalam kesehariannya, keinginan Zara juga tidak selalu disetujui oleh orang tuanya.
“Pastinya pernah dan sering keinginan kita berbeda, karena bagaimanapun orang tua dan kita adalah dua orang yang berbeda.
Baca Juga: Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan
"Contohnya ada beberapa hal yang ingin aku coba tetapi tidak boleh, seperti ingin mencoba boxing atau pergi ke luar negeri sendiri!” ujar aktris yang juga mantan anggota JKT48 ini.
Walau sering berbeda pendapat atau keinginan dengan orang tuanya, Zara mengaku beruntung karena orang tuanya selalu membuka diri untuk berkomunikasi dan mau berkompromi.
“Beruntungnya, aku punya orang tua yang selalu mau diajak duduk untuk ngebicarain jalan tengahnya. Kita tidak pernah maksain ikut ke salah satunya aja. Tapi, selalu ada jalan keluarnya.
"Terima kasih ya, mom, yang selalu memberi jalan tengah dari apapun keinginan atau keputusanku yang kadang bertentangan!” seru perempuan kelahiran Bandung, 23 tahun yang lalu ini.
Artikel Terkait
Cara Bijak Menyikapi Perusahaan yang “Tidak Jujur” dengan Gaji yang Ditawarkan!
Pemikiran Kritis Seharusnya Jadi Kekuatan Super di Era AI Seperti Saat Ini. Mengapa?
Berkat Bantuan BRI, UMKM Kopi Toraja Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara
Manfaatkan KUR BRI, UMKM Pemasok Program MBG Dapatkan Multiplier Effect Untuk Perekonomian Lokal
Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif
Dengan Semangat BRIvolution 3.0 , BRI Lakukan Penguatan Aspek Bisnis, Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?