Joko Anwar Hadirkan Pemain Lintas Generasi dan Lintas Negara untuk Ghost In The Cell

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Rabu, 30 Juli 2025 | 21:10 WIB
Film garapan Joko Anwar, Ghost in the Cell, menghadirkan deretan pemain papan atas. (Instagram/@jokoanwar)
Film garapan Joko Anwar, Ghost in the Cell, menghadirkan deretan pemain papan atas. (Instagram/@jokoanwar)

PejuangKantoran.com - Joko Anwar dikenal sebagai sutradara bertangan dingin saat menggarap genre horor berkat film Pengabdi Setan. Namun untuk film pertamanya tahun 2026, Jokan (sapaan karibnya) akan menampilkan film komedi.

Komedi sebenarnya merupakan genre yang dipilih untuk debut filmnya, Janji Joni, 20 tahun yang lalu. Sedangkan film barunya, Ghost in the Cell, kembali diproduseri oleh Tia Hasibuan. Film ini akan dirilis oleh rumah produksi yang didirikan oleh Tia dan Joko, Come and See Pictures.

“Kenapa kami happy banget mengumumkan ini, karena kali ini kita bikin film yang happy ya! Kalau film-film sebelumnya temanya ada yang sangat relijius dan thriller!” ungkap Jokan, saat konferensi pers untuk mengumumkan jajaran pemain Ghost in the Cell di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga: Apa Itu Voluntary Resignation Program? Pelajari Dulu Untung Rugi Pengunduran Diri Sukarela!

Jajaran pemain utama yang luar biasa banyak, lintas generasi dan lintas negara ini memang menjadi salah satu daya tarik film.

Total ada 16 pemain yang dihadirkan saat konferensi pers, dari Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Bront Palarae, Endy Arfian, Aming, Yoga Pratama, Morgan Oey, Danang Suryonegoro, Mike Lucock, Kiki Narendra, Dewa Dayana, Haydar Salishz, Jaisal Tanjung, Almanzo Konoralma, Faiz Vishal, dan Ho Yuhang.

Nama terakhir ini dikenal sebagai sutradara dari Malaysia serta aktor pendatang baru yang ditemukan Joko Anwar melalui media sosial, Magistus Miftah.

Pencarian Magistus terbilang unik. Come and See Pictures membuka open casting melalui media sosial. Ada sekitar 700 video yang masuk.

Namun, video Magistus yang paling menarik karena aktor pendatang baru yang sebelumnya bekerja sebagai tarot reader itu memperlihatkan kemampuan menari dengan menggunakan hak tinggi.

“Sebenarnya ini bukan yang pertama kali kita mengadakan open casting melalui social media. Ada sekitar 700 video yang masuk dan memang cuma video dia, sesuai dengan namanya Magistus, yang paling menonjol, kuat dan menarik perhatian.

Baca Juga: Saat Wawancara Kerja, Penting Tunjukkan Antusiasme dengan Pekerjaan yang Dilamar. Ini Caranya!

"Selain kami melihat dia punya kemampuan akting yang luar biasa, enerji dan present-nya di depan kamera luar biasa. Rasa natural tapi ada juga sisi-sisi absurd-nya!” terang Tia Hasibuan.

Meski sudah mengumumkan jajaran pemain tersebut, ternyata masih banyak lagi nama-nama aktor papan atas yang terlibat seperti Rio Dewanto, Tora Sudiro, dan Arswendy Bening Swara, yang tidak hadir di konferensi pers.

Ghost in the Cell sendiri baru saja menyelesaikan proses syutingnya yang dilakukan di Bandung. Syuting ini menempati lokasi studio yang sama yang digunakan Joko Anwar untuk film sebelumnya, Pengepungan Bukit Duri.

Namun, set yang dibangun kali ini sepenuhnya berbeda. Set penjara yang mengikuti model penjara Sukamiskin yang dibangun dari awal, mulai dari gerbang masuk, area kamar mandi, sel, hingga area halaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X