PejuangKantoran.com - Melanjutkan kesuksesan film Sengkolo di tahun 2024, MVP merilis film Sengkolo Petaka Satu Suro yang naskahnya ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Maruska Bath.
Proses penggarapan skenario ini butuh waktu dua tahun, yang isinya terinspirasi oleh pengalaman sang penulis sendiri.
“Sebenarnya aku bikin cerita ini sudah lama, hampir dua tahun yang lalu. Karena waktu hamil, aku sering diganggu kuntilanak. Aku suka digangguin sampai anakku lahir, kuntilanak itu masih ngintil terus sampai babysitter aku berhenti, pembantu aku berhenti!
Baca Juga: Contoh Surat 'To Whom It May Concern' dan Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Salam Pembuka Ini
"Dari situ, aku berpikir menarik ya bikin cerita tentang orang hamil, yang setelah digodok sana sini, jadilah Sengkolo Petaka Satu Suro tentang ibu hamil,” ujar Uska, panggilan akrab Maruska Bath, saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Selama penulisan skenario, Uska didampingi Alim Sudio sebagai editor yang melakukan supervisi pergerakan babak demi babak dalam skenario. Alim menilai daya tarik film ada pada karakter utama Rahayu yang diperankan Aulia Sarah.
Latar belakang pekerjaan Rahayu sebagai bidan tentunya sangat kontras dengan apa yang ia lakukan setelah terkena petaka satu suro. Rahayu malah membunuh bayi-bayi yang baru dilahirkan.
Menurut Alim, yang paling krusial dalam film horor adalah pada act 3 (babak ketiga), yaitu bagaimana penulis menyelesaikan kasus dan persoalannya. Keberhasilan Sengkolo dinilainya merupakan kontribusi bersama antara kru dan pemain.
Misalnya, di skenario tidak dituliskan secara jelas bahwa Rahayu berubah menjadi setan. Namun di film, tangannya tampak seperti orang-orangan sawah.
"Itu kreasi yang luar biasa. Kalau kerja sama pakai cinta beneran, ya begitu ya, antara Deni dan Hadrah!” ucap Alim, setengah meledek sutradara Deni Saputra dan Hadrah Daeng Ratu, yang tak lain pasangan suami istri.
Baca Juga: Apa Sih Arti 'To Whom It May Concern', dan Kapan Harus Memakai Salam Pembuka Tersebut?
Deni, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain dan produser film, tergerak untuk menggarap cerita ini sejak pertama membaca skenarionya. Ia menilai skenario Maruska sudah matang sehingga bisa langsung memulai penggarapan filmnya.
“Skrip Sengkolo ini skrip yang sudah siap. Saya tertantang membuat horor yang berbeda. Bekerja sama dengan Hadrah, saya coba mencari seperti apa treatment (pengadeganan karakter) supaya suguhannya berbeda dari film-film lain.
"Beberapa di antaranya ya seperti konsep karakter Rahayu untuk cara jalannya, agar film Sengkolo menjadi lebih kuat lagi!” terang Deni.
Sedangkan Hadrah yang biasanya duduk di bangku sutradara, kali ini bertindak sebagai direktur kreatif keseluruhan aspek film. Ia juga terlibat dalam pencarian lokasi dan mensupervisi transformasi para karakter.
Artikel Terkait
BTS World Tour 2026–2027: Jakarta Jadi Salah Satu Kota Tujuan, Catat Tanggalnya!
Tren Denim 2026 dan Ini Caranya Agar Tetap Stylish dan Berjiwa Muda!
CNN Indonesia Kalah di Mahkamah Agung, Pekerja Menang Telak dalam Sengketa Upah dan PHK
Universitas Pelita Harapan (UPH) Buka Lowongan School Relation Staff , Fresh Graduate Boleh Melamar
Bagaimana Aturan Menulis “To Whom It May Concern” dalam Email Formal ke Perusahaan?
Strategi Membuat Career Capital atau Tabungan Karier Kamu Liquid atau Mudah Dijual
Stephanus Widjanarko Lulusan ITB yang Jadi Penentu Performa Mobil F1, Tugasnya Seperti Berikut Ini!