Pejuangkantoran.com – Punya “tabungan karier” atau career capital di dalam kondisi seperti saat ini memang strategis dan perlu.
Salah satunya kondisi yang menuntut hal tersebut adalah perubahan teknologi yang sangat cepat. Ini mendorong terjadinya otomasi yang bisa berdampak pada dihapusnya fungsi-fungsi tertentu.
Konsekuensinya, jika tidak dipindah tugaskan di fungsi lain, maka kita harus siap dengan rasionalisasi/efisiensi organisasin (pemutusan hubungan kerja – PHK).
Fungsi lain di organisasi bisa jadi berbeda dari fungsi kamu sebelumnya. Tuntutannya adalah adanya keselarasan kompetensi dan kapabilitas. Kalaupun pilihannya adalah PHK, maka kita pun wajib “menjual” kompetensi yang kita punya di luar.
Career capital (tabungan karier) adalah modal untuk keduanya. Career capital adalah kumpulan aset profesional yang dimiliki seseorang. Dan ini bisa membuatnya bernilai, relevan, dan memiliki daya tawar di pasar kerja, baik di dalam maupun di luar organisasi.
Aset-aset ini tak terbats pada kompetensi dan kapabiltas saja. Reputasi dan jaringan adalah bagian dari “tabungan” ini. Ketika punya career capital yang liquid (mudah “dijual”) maka, ini akan meningkatkan employability dan bargaining power seseorang.
Bagaimana membuat career capital kita menjadi liquid? Sebelum ke sana, mari kita pahami dulu apa yang membuat career capital menjadi liquid.
Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi untuk itu, yaitu karier yang:
- Transferable: bisa dipakai di lebih dari satu konteks kerja;
- Recognizable: mudah dikenali dan dipahami pihak luar;
- Convertible: dapat ditukar menjadi peluang, peran, atau pendapatan.
1. Strategi Agar Career Capital Liquid
A. Ubah Experience Menjadi Capability
Pengalaman saja tidak liquid, harus merumuskan kapabilitas agar liquid.
Langkah konkret:
- Terjemahkan pengalaman ke dalam:
- masalah apa yang kamu selesaikan;
- metode apa yang Anda gunakan;
- dampak apa yang dihasilkan.
- Hindari narasi berbasis jabatan.
Contoh:
Artikel Terkait
Urutan Upah Minimum Per Jam di 100 Negara dari Tertinggi-Terendah. Indonesia Ada di Urutan Berapa?
Pelan-pelan, Karyawan Muda Akhirnya Mau Balik ke Kantor demi Masa Depan Karier Mereka Sendiri
Motherhood Penalty, Karier Bekerja Seorang Ibu yang Sering Terhambat. Ini Solusinya!
Wajib Tahu: Upah Minimum di Perusahaan Hanya untuk Karyawan dengan Masa Kerja Tertentu
Punya Mitra Kerja Luar Negeri? Cermati 7 Kompetensi Berikut Ini Saat 5G-Advanced Mereka Terapkan!
Wage Penalty, Ketika Ada Perbedaan Upah Bukan Karena Prestasi Kerja. Ini yang Harus Dilakukan Pekerja!