PejuangKantoran.com - Kalau pekerjaan sering mengharuskan kamu membuat surat resmi atau email profesional, bisa jadi kamu pernah memakai atau setidaknya membaca pembuka kalimat “To Whom It May Concern.”
Ungkapan ini terdengar sangat formal. Tetapi di era komunikasi seperti sekarang, pembuka surat semacam itu makin jarang digunakan. Kalaupun dipakai, banyak yang tidak paham maknanya.
Apa sebenarnya arti kalimat tersebut, kapan sebaiknya digunakan, dan kapan justru sebaiknya dihindari?
Baca Juga: Shopee Internasional Indonesia Buka Lowongan Kerja People Search – HR Center of Excellence
Arti To Whom It May Concern
Secara sederhana, "To Whom It May Concern" dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Kepada yang Berkepentingan”. Kata “it” merujuk pada isi surat, entah itu surat lamaran kerja, pengaduan, permintaan informasi, atau surat rekomendasi.
Dengan kata lain, kita berharap surat tersebut sampai ke tangan orang yang tepat, meskipun kita tidak tahu siapa namanya.
Karena kesannya netral, frasa ini sudah lama dianggap sebagai pembuka surat yang aman. Selain itu, sudah diterima secara meluas di dunia kerja. Namun, justru di situlah kamu musti berhati-hati.
Banyak pakar karier menilai penggunaan “Kepada yang Berkepentingan” sekarang ini terkesan kaku dan kurang personal. Kalau kamu memakainya dalam surat lamaran kerja atau cover letter, frasa ini memberi kesan kamu tidak berusaha mencari tahu siapa penerima suratnya.
Hal itu kesannya sepele, tapi di mata rekruter bisa dinilai sebagai kurangnya inisiatif atau ketertarikan pelamar.
Baca Juga: Pengguna Instagram Diimbau untuk Mengabaikan Email Berisi Permintaan Reset Password
Kapan harus digunakan?
Meski begitu, bukan berarti frasa ini harus ditinggalkan sama sekali. Masih ada situasi-situasi tertentu kok, di mana “Kepada yang Berkepentingan” masih sangat relevan dan tepat digunakan.
• Saat kamu tidak tahu nama penerima surat. Kalau kamu tidak yakin siapa orang yang bisa dihubungi di suatu perusahaan, kalimat ini bisa jadi pilihan yang aman.
• Mengirim surat pengaduan ke sebuah perusahaan, tapi kamu nggak tahu siapa yang harus dituju. Terkadang, kamu memang tidak perlu menyebutkan nama tertentu.
Artikel Terkait
Masuk Gedung Kok Harus Tinggalin KTP? Praktik Umum yang Ternyata Berisiko Bocorkan Data Pribadi
Wage Penalty, Ketika Ada Perbedaan Upah Bukan Karena Prestasi Kerja. Ini yang Harus Dilakukan Pekerja!
Punya Background Atlet Combat, Randy Pangalila Harus Tahan Ego saat Main di Series 'Algojo'
Tabungan Karier atau Career Capital Penting Sekali di Era dengan Perubahan Teknologi yang Sangat Cepat Ini
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia Buka Lowongan Kerja Sebagai Sopir, Kontrak Tetap
BTS World Tour 2026–2027: Jakarta Jadi Salah Satu Kota Tujuan, Catat Tanggalnya!
CNN Indonesia Kalah di Mahkamah Agung, Pekerja Menang Telak dalam Sengketa Upah dan PHK