Contoh Surat 'To Whom It May Concern' dan Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Salam Pembuka Ini

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 16 Januari 2026 | 18:28 WIB
Ilustrasi: Seperti apa contoh surat dengan salam pembuka "To Whom It May Concern". (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Seperti apa contoh surat dengan salam pembuka "To Whom It May Concern". (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Di dunia kerja, kalimat “To Whom It May Concern” sudah lama dipakai untuk salam pembuka formal ketika kita tidak mengetahui siapa penerima surat atau email.

Dulu, ungkapan ini dianggap formal dan cukup aman dipakai. Namun, di era digital yang serbacepat dan pendekatan yang lebih personal makin banyak dipakai, penggunaan kalimat tersebut mulai dianggap kaku, bahkan nggak niat.

Bukan berarti "To Whom It May Concern" (Kepada yang Berkepentingan) nggak boleh dipakai. Dalam kondisi tertentu, salam ini masih bisa diterima.

Baca Juga: Apa Sih Arti 'To Whom It May Concern', dan Kapan Harus Memakai Salam Pembuka Tersebut?

Namun, untuk kebutuhan kerja sehari-hari akan jauh lebih baik jika kita menggunakan sapaan yang lebih personal. Menyebut nama penerima, atau paling nggak jabatan mereka, bikin pesan jadi lebih relevan dan menunjukkan kalau kita benar-benar peduli.

Bayangkan kita menerima email kerja yang diawali dengan “To Whom It May Concern” dibandingkan dengan “Dear Hiring Manager” atau langsung menyebut nama. Rasanya jelas berbeda, bukan?

Yang kedua terasa lebih hangat dan profesional, seperti benar-benar ditujukan kepada kita, bukan email massal.

Namun, ada beberapa situasi di mana sebaiknya kita tidak menggunakan “To Whom It May Concern”:

1. Ketika penerima sudah diketahui namanya. Meluangkan waktu untuk mencari nama penerima surat menunjukkan kalau kamu perhatian terhadap detail.

2. Saat menulis surat lamaran kerja. Rekruter dan manajer perekrutan umumnya lebih menghargai kandidat yang menyapa mereka secara personal.

Baca Juga: Bagaimana Aturan Menulis “To Whom It May Concern” dalam Email Formal ke Perusahaan?

Hal yang sama berlaku untuk cover letter, karena surat lamaran adalah kesan pertama kamu sebagai pelamar.

3. Ketika mengirim email tindak lanjut setelah wawancara. Mengirim ucapan terima kasih dengan salam yang terlalu umum bisa mengurangi kesan positif yang sudah dibangun sebelumnya.

4. Waktu menyusun email networking. Jika kamu menghubungi seseorang secara langsung untuk membangun relasi profesional, salam pembuka yang umum terasa kurang hangat dan kurang tulus.

Lalu, bagaimana kalau kita benar-benar tidak tahu kepada siapa surat harus ditujukan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Ladders, Jobstreet, Shine.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X