Bagaimana Aturan Menulis “To Whom It May Concern” dalam Email Formal ke Perusahaan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 16 Januari 2026 | 11:56 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara menulis “To Whom It May Concern” saat menulis email atau surat lamaran? (Jobstreet)
Ilustrasi: Bagaimana cara menulis “To Whom It May Concern” saat menulis email atau surat lamaran? (Jobstreet)

PejuangKantoran.com - Kalau kita sedang membaca-baca email dari pengirim yang tidak dikenal, kadang-kadang ada salam pembuka seperti “To Whom It May Concern”.

Salam pembuka seperti ini dulu sering banget dipakai. Namun, seiring berjalannya waktu, kalimat seperti itu makin jarang dipakai. Sekarang, untuk mencari nama rekruter, manajer perekrutan, atau pihak yang bertanggung jawab di suatu perusahaan, jauh lebih mudah.

Karena itu, sebagian orang mulai menganggap “To Whom It May Concern” (Kepada yang Berkepentingan) sebagai cara yang terlalu umum, bahkan terkesan malas.

Baca Juga: BTS World Tour 2026–2027: Jakarta Jadi Salah Satu Kota Tujuan, Catat Tanggalnya!

Di dunia bisnis modern yang semakin mengutamakan nada yang hangat, personal, dan komunikatif, salam ini sering dianggap terlalu kaku dan kuno. Jujur saja, dalam kehidupan sehari-hari, kita hampir sudah tidak pernah menggunakan frasa ini.

Banyak orang baru terpikir untuk memakainya ketika mulai mencari pekerjaan. Soalnya, saat melamar kerja atau mengirim email ke perusahaan, kita tidak selalu tahu siapa nama penerimanya.

Di sinilah “Kepada yang Berkepentingan” sering digunakan sebagai solusi paling aman. Kalau iya, bagaimana cara menulisnya?

• Pakai huruf kapital

Secara tata bahasa, kata-kata dalam istilah “Kepada yang Berkepentingan” bukan nama diri atau kata benda khusus. Jadi, sebenarnya tidak wajib ditulis dengan huruf kapital semua.

Namun, banyak orang tetap memilih format tersebut karena terlihat lebih rapi dan formal. Ahli bahasa biasanya menjelaskan bahwa kalimat itu berfungsi sebagai pengganti nama orang.

Baca Juga: CNN Indonesia Kalah di Mahkamah Agung, Pekerja Menang Telak dalam Sengketa Upah dan PHK

Dengan menuliskannya menggunakan huruf kapital di awal kata, kita menunjukkan tingkat penghormatan yang setara dengan menyebut nama penerima secara langsung.

• Kenapa “whom”, bukan “who”?

Perbedaan antara who dan whom memang sering bikin bingung. Aturan sederhananya, who digunakan untuk subjek, sedangkan whom untuk objek.

Dalam frasa ini, kata ganti tersebut berperan sebagai objek dari frasa kerja may concern. Karena itu, secara tata bahasa, penggunaan whom sudah benar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Readers Digest, Jobstreet, Shine.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X