PejuangKantoran.com - Bisa mewujudkan mimpi masa kecil selalu menjadi keinginan setiap orang, sehingga upaya apapun akan diusahakan. Rintangan atau tantangan tidak akan pernah mematahkan keinginan untuk mengejar impian.
Hal itulah yang dirasakan oleh Atta Halilintar, ketika tawaran sebagai produser eksekutif datang padanya. Ia merasa ini merupakan jawaban dari kecintaannya terhadap olahraga sepak bola sejak kecil.
Apalagi, setelah menonton film Garuda di Dadaku yang dirilis pada tahun 2009, Atta mengaku ingin menjadi pemain sepak bola seperti tokoh utama di film ini, Putra dan Bayu.
Baca Juga: Atta Halilintar Garap Film Sepak Bola 'Garuda Di Dadaku' versi Animasi, Ajak Anak Berani Bermimpi
“Kalau tadi Shanty Harmayn bilang ini mimpinya yang come true, buat saya ini juga mimpi yang jadi nyata. Dulu waktu kecil saya menonton film Garuda Di Dadaku dan membuat saya ingin menjadi Putra, seperti Bayu! Menjadi pemain bola.
"Tiba-tiba, proyek ini datang ke depan saya. Ini satu honour bisa ada di proyek ini!” seru Atta Halilintar, saat konferensi pers Garuda di Dadaku di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia lalu mengenang bagaimana orang tuanya sering memarahinya karena sewaktu kecil ia sering cedera sehabis bermain sepak bola yang jadi kecintaannya. Baret-baret, berdarah, sampai cedera engkel, sudah sering dialaminya. Meski begitu, Atta tidak pernah putus asa.
“Karena mimpi ingin jadi pemain, saya terusin. Tidak dibelikan sepatu, saya menabung, pinjem sepatu yang robek atau beli sepatu di tempat bekas. Sekarang sudah menikah, tetap dimarahi. Bedanya, sekarang dimarahi sama istri," selorohnya.
"Saking cintanya sama bola, saya sampai punya tim bola, tim futsal. Kata istri saya, ‘Kamu mikirinlah anak-anak. Kenapa sih bola terus. Ini pengeluaran duit!’”
Tapi, Youtuber yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia ini tetap tidak bisa menghentikan hobinya itu. Apalagi ketika pemain dari timnya, FC Bekasi City, berhasil menyumbangkan gol hingga membawa kemenangan bagi timnas.
Baca Juga: Cerita Seru di Balik Pembuatan 'Ghost In The Cell', Aming Nyaris Larut dalam Karakter Tokek
Ketika tawaran Garuda Di Dadaku masuk, Atta Halilintar merasa hal tersebut kesempatan yang tidak bisa disia-siakan. Keterlibatannya dengan film yang dikemas sebagai animasi itu juga menjadi pembuktian pada sang istri bahwa ia berinvestasi atas nama anak-anak.
“Di sinilah semua mimpi tercurah dan poin ketiga mengapa saya tertarik terlibat di proyek ini, yaitu legacy. Ini adalah legacy yang semoga animasi kita semakin lebih baik, semoga melahirkan mimpi-mimpi baru untuk anak-anak muda Indonesia. Karena ini penting!
"Memang di Piala Dunia sekarang kita sangat sedih kita tidak lolos. Tapi, mungkin dengan film ini, akan banyak lagi anak Indonesia yang terpacu lagi bermain bola!” pungkas Atta.
Garuda di Dadaku akan ditayangkan pada 11 Juni 2026, bertepatan dengan dimulainya Piala Dunia dan liburan anak sekolah.
Artikel Terkait
Sering Lupa & Susah Fokus? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Picu “Brain Fog”
April Theory, Ini Alasannya Kenapa April Kamu Terasa 'Berbeda'
5 Kualitas Manajer yang Bisa Menjadi Pemicu Turnover Karyawan yang Tinggi
12 Makanan Tahan Lama yang Wajib Selalu Ada di Dapur
Nordic Workout: Cara Santai ala Skandinavia untuk Tetap Bugar di Usia 50+
Datang Telat Salah, Tapi Datang Kepagian Malah Dipecat, Ini Kisah Nyata dari Spanyol
Office Politics Tidak Selalu Negatif, Kenali Indikasinya Agar Kamu Tidak Salah Langkah