Pejuangkantoran.com – Pernah mendengar itilah office politics atau politik kantor? Tentu sekilas yang di pikiran kita saat mendengar istilah ini kesannya adalah negatif.
Office politics terkesan sebagai sebuah upaya manipulatif dan menjilat atasan/rekan kerja hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Ini tidak 100 persen salah, namun juga tidak 100 persen benar.
Office politics (politik kantor) sendiri adalah merujuk pada penggunaan kekuasaan, pengaruh, dan jejaring sosial dalam sebuah organisasi untuk mencapai keuntungan pribadi atau profesional. Ini adalah dinamika interaksi antarmanusia yang biasanya terjadi di luar struktur hierarki formal perusahaan.
Gampangnya, politik kantor ini tentang "siapa mengenal siapa" dan bagaimana keputusan benar-benar dibuat di balik layar.
Banyak unsur yang berperan dalam office politics ini. Unsur itu mulai dari soal pegaruh (influence). Influence ini adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain atau mengubah arah kebijakan tanpa harus memiliki jabatan tinggi.
Unsur ini erat kaitannya kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Ketika komunikasinya efektif, maka pengaruhnya terhadap orang lain akan menjadi lebih kuat, bahkan tak jarang yang dipengaruhi bisa menjadi pemengaruh ke orang atau pihak lain berikutnya.
Komunikasi tanpa networking (jejaring), ibarat jagoan memanajeri klub sepak bola tapi ridak kenal dan tidak punya akses ke deretan pelatih dan pemain andal. Dalam office politics jejaring (networking) itu ibarat “jalan tol” dalam membangun hubungan yang strategis dengan orang-orang yang memiliki akses terhadap informasi atau sumber daya.
Baca Juga: Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
Dan salah satu yang membedakan apakah office politics itu negatif atau positif adalah agenda tersembunyi. Ini adalah kepentingan pribadi yang mungkin tidak sejalan dengan tujuan resmi perusahaan (misalnya, menjatuhkan rekan kerja agar terlihat lebih unggul).
Office politics itu sebenarnya hal yang netral dan tidak terhindarkan. Di mana pun akan selalu ada sekelompok manusia bekerja bersama.
Jadi kamu tidak perlu “alergi” terhadap politik kantor. Yang perlu kamu cermati adalah, apakah ini sifatnya negatif atau positif.:
- Politik Negatif: Bersifat destruktif, menggunakan manipulasi, sabotase, atau penyebaran rumor demi kepentingan pribadi.
- Politik Positif: Bersifat konstruktif, menggunakan kecerdasan emosional dan jejaring untuk memperlancar birokrasi, mendapatkan dukungan untuk ide-ide baik, dan mempercepat pencapaian target tim.
Memahami politik kantor bukan berarti kamu harus menjadi manipulator. Memahami office politics itu adalah memahami cara kerja "sistem manusia" di tempat kerja agar kariermu tidak terhambat oleh hambatan yang tidak terlihat.
Bagaimana cara mengindikasikan bahwa office politics tersebut negatif atau positif? Membedakan antara politik kantor yang sehat dan yang beracun sering kali bergantung pada tujuan akhir dan metode yang digunakan.
Politik kantor tidak selalu berarti "licik", terkadang itu hanyalah cara untuk menggerakkan roda birokrasi yang kaku. Berikut adalah indikator utama untuk membedakannya:
Artikel Terkait
Ketahui dan Pahami 5 Faktor Penyebab Seseorang Mempunyai Perilaku Manipulatif !
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif
Menjilat Atasan, Salah Satu dari 8 Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Kamu Mempraktikkan Managing Up
Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!
7 Strategi Jitu Memberikan Usulan Kepada Atasan Defensif Agar Setuju