Sering Lupa & Susah Fokus? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Picu “Brain Fog”

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 18 April 2026 | 11:25 WIB
ilustrasi seseorang mengalami brain fog dan kesulitan fokus (Freepik)
ilustrasi seseorang mengalami brain fog dan kesulitan fokus (Freepik)

PejuangKantoran.com - Pernah merasa sulit fokus, mudah lupa, atau seperti “tidak benar-benar hadir” saat beraktivitas? Kondisi ini sering disebut brain fogbukan diagnosis medis, tetapi istilah umum untuk menggambarkan menurunnya kejernihan berpikir.

Menurut Real Simple, brain fog sering kali bukan muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari terus dilakukan.

Berikut beberapa kebiasaan yang paling sering menjadi pemicunya:

Baca Juga: Hati-hati, Selama Kontrak Belum Ditandatangani, Perusahaan Bisa Membatalkan Penawaran Kerja

1. Kurang Tidur atau Pola Tidur Tidak Teratur

Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi waktu bagi otak untuk “reset”. Kurang tidur atau jadwal tidur yang berantakan dapat mengganggu konsentrasi, memori, dan kemampuan berpikir jernih.

Bahkan, kualitas tidur yang buruk dalam jangka panjang bisa membuat otak terasa terus “lelah”.

2. Terlalu Sering Multitasking

Banyak orang menganggap multitasking sebagai tanda produktif. Padahal, berpindah-pindah fokus justru menguras energi mental dan membuat otak bekerja lebih berat.

Alih-alih menyelesaikan lebih banyak, otak justru kehilangan kemampuan untuk fokus mendalam.

3. Stres yang Tidak Dikelola

Tekanan pekerjaan, tuntutan hidup, hingga paparan informasi yang berlebihan dapat memicu stres kronis. Kondisi ini berdampak langsung pada fungsi kognitif, termasuk kemampuan mengingat dan mengambil keputusan.

Saat otak terus berada dalam “mode siaga”, kejernihan berpikir menjadi terganggu.

Baca Juga: Starbucks Gunakan Percakapan ChatGPT untuk Membantu Konsumen Mendapat Rekomendasi Minuman

4. Mengabaikan Kebutuhan Dasar Tubuh

Hal sederhana seperti kurang minum, jarang bergerak, atau duduk terlalu lama juga bisa berdampak besar.

Dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan fokus dan daya ingat. Begitu pula dengan kurangnya aktivitas fisik yang membuat aliran darah ke otak tidak optimal.

Baca Juga: Tanpa ART? Peralatan Ini Bisa Jadi “Asisten” Baru di Rumah Saat Ritme Kembali Sibuk

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X