“Yang datang ke konferensi pers trailer kemarin, pasti tahu kalau saya gampang terharu dan menangis. Jadi, ketika mendengar vokal anak-anak, saya jadi menangis dulu.
“Dan, I’m the only one yang pas take vocal cuma ditemani Ryan by zoom doang. Ryan-nya lagi kena covid.
“Waktunya memang nggak lama karena peran saya tidak sepanjang perannya anak-anak. Tapi, tetap aja, kondisinya jadi lumayan challenging buat saya!” seru Bunga Citra Lestari pada acara yang sama.
Baca Juga: Bunga Citra Lestari Ingin Kontribusinya sebagai Pengisi Suara Film Jumbo Jadi Warisan buat Noah
Cinta Laura mengubah dialog jadi Bahasa Jerman
Berperan sebagai ibunda Merry, Cinta Laura beberapa kali melakukan dialog dalam bahasa Jerman. Namun awalnya, dialog itu ternyata menggunakan bahasa Belanda karena latar belakang ibunda Merry dikisahkan keturunan Belanda.
“Sebenarnya aku pernah diminta untuk berbahasa Belanda di proyek yang lain. Hanya memang dialek dan pengucapannya sangat berbeda dengan bahasa Jerman, walau ada kemiripan.
“Saya merasa sulit. Akhirnya, dari Visinema memutuskan, ya sudah kalau bisanya pakai bahasa Jerman, ngomongnya pakai bahasa Jerman saja.
“Jadi nanti kalau ada orang Jerman menonton, mereka bisa tahu kalau yang ngomong memang fasih. Bukan pura-pura bisa!” ujar Cinta sambil tertawa.
Ariel Noah ingin peran villain
Saat ditanya alasan mengambil tawaran untuk menjadi pengisi suara karakter ayah Don di film Jumbo, Nazril Irham alias Ariel Noah merasa ini satu tantangan baru yang tidak bisa dilewatkan.
“Waktu itu, tiga tahun yang lalu ya, lagi pandemi. Banyak energi yang nggak kepake. Makanya merasa yang ini kayaknya harus dicoba!” ujar Ariel.
Hasil coba-coba itu ternyata berbuah manis. Setelah akhirnya Jumbo selesai diproduksi, Ariel rupanya jadi masih penasaran dan ingin mencoba lagi.