- Melapisi alas lantai karet yang tidak pas di sisi pengemudi
Kesalahan umum yang sering dilihat mekanik adalah penggunaan alas lantai karet yang tidak pas sehingga bisa mengganggu fungsi pedal gas atau rem.
Padahal, ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Yang sering terjadi, alas karet tambahan itu membuat pedal gas atau rem nyangkut sehingga tidak bisa dioperasikan secara normal.
- Mengabaikan lampu peringatan mobil
Lampu peringatan pada dashboard mobil bukan sekadar hiasan. Ini adalah sistem peringatan untuk memberitahu ada sesuatu yang salah pada mobil.
Mekanik selalu menekankan pentingnya memahami arti lampu indikator dan segera bertindak.
Baca Juga: Bisakah Punya Mobil dengan DP Rendah dan Cicilan Rp1 Juta-an per Bulan? Baca Ketentuannya!
- Mengganti ban dengan ban bekas
Mekanik tidak pernah mengganti ban mobil dengan ban bekas sembarangan. Ban bekas yang sudah tua, retak, atau tidak sesuai ukuran bisa membahayakan keselamatan.
Dalam kondisi normal, mekanik merekomendasikan mengganti ban ketika tread depth (kedalaman alur) kurang dari 1.6 mm (bisa dicek dengan indikator TWI pada ban).
Atau meskipun alur masih dalam, tidak ada retak, maka usia pemakaian ban maksimal setelah 6 – 10 tahun pemakaian.
- Tidak jujur pada montir mengenai kondisi mobil
Memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang masalah mobil memudahkan teknisi mendiagnosa dan memperbaikinya dengan lebih cepat dan tepat.
Sebaliknya, menyembunyikan atau memberikan informasi yang keliru justru memperlambat perbaikan dan dapat memperburuk kondisi mobil.
Jadi, sekarang sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk merawat mobil kamu, ya. ***