9 Saran Mekanik dalam Merawat Mobil Pribadi, Salah Satunya Jangan Pakai Suku Cadang Second!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:20 WIB
Ganti ban mobil ketika alur kembang ban sudah dangkal. (Freepik)
Ganti ban mobil ketika alur kembang ban sudah dangkal. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Mobil adalah salah satu investasi terbesar dan terpenting bagi banyak orang. Sayangnya, tidak semua pemilik merawat kendaraannya dengan benar.

Pastikan kamu mempercayakan mekanik dan teknisi yang berperan seperti dokter mobil untuk menangani masalah dan melakukan perawatan lengkap.

Berikut adalah 9 saran dari mereka untuk merawat mobil kesayangan.

  1. Mengabaikan perawatan mobil

Mekanik Bogi Lateiner menekankan bahwa perawatan rutin jauh lebih hemat dibandingkan perbaikan besar.

Salah satunya mengganti oli secara rutin untuk menjaga mesin tetap dingin dan terlumasi. Jika oli tidak diganti rutin, mesin bisa rusak parah dan biaya perbaikan jadi sangat mahal.

  1. Hanya mengandalkan pengingat untuk ganti oli

Pengingat dari stiker atau sistem mobil tidak selalu akurat karena kondisi mengemudi berbeda-beda. Sebaiknya cek kondisi dan kadar oli secara rutin sendiri.

  1. Menggunakan suku cadang second

Suku cadang asli memang lebih mahal, tetapi mekanik tidak pernah menggunakan suku cadang second yang biasanya lebih murah. Apalagi jika suku cadang yang bergerak dan kena beban.

Suku cadang bekas pakai ini bisa menyebabkan masalah teknis dan kerusakan jangka panjang yang akhirnya memakan biaya lebih besar. Ini karena kita tidak pernah tahu pemakaian kendaraan yang memakai suku cadang tersebut seperti apa. 

Bisa jad pemakaiannya juga “jorok” sehingga menambah keausan suku cadang tersebut, bahkan hingga fatigue yang berbahaya untuk suku cadang yang vital.

Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Kamu Pertimbangkan Saat Memilih Mobil dengan Transmisi Otomatis Atau Manual

  1. Menggunakan cairan dan bahan bakar yang tidak sesuai

Mobil membutuhkan oli, cairan pendingin, dan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

Menggunakan bahan bakar dengan oktan yang berbeda atau cairan yang tidak direkomendasikan bisa menyebabkan kerusakan dan performa mobil menurun.

  1. Mengubah eksterior mobil tanpa memperhatikan iklim

Sebaiknya, jangan gunakan car wrapping yang kurang cocok di daerah dengan sinar UV ekstrem karena vinil mudah retak atau lepas.

Di tempat panas seperti Indonesia, mengecat ulang mobil lebih dianjurkan untuk hasil yang tahan lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Huff Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X