- Dirayakan dengan:
- kartu ucapan,
- bunga dan hadiah,
- ungkapan terima kasih personal.
- Tidak dimaksudkan sebagai agenda kebijakan atau advokasi sosial.
4. Implikasi Sosial dan Politik
- Hari Ibu Indonesia:
- motherhood penalty,
- cuti orang tua,
- fasilitas kerja ramah keluarga.
- Mengakui ibu bekerja sebagai subjek sosial-politik.
- Relevan untuk membahas isu seperti:
- Mother’s Day:
- Netral secara politik.
- Lebih bersifat budaya populer dan komersial.
5. Kesalahpahaman yang Sering Terjadi
- Hari Ibu Indonesia sering direduksi menjadi “hari berterima kasih pada ibu” semata, padahal itu mengaburkan makna perjuangan perempuan.
- Mother’s Day sering dianggap padanan Hari Ibu Indonesia, padahal akar historis dan pesan ideologinya berbeda.
Baca Juga: Pentingnya Cuti Melahirkan 6 Bulan bagi Ibu Bekerja dan Cuti Ayah yang Diatur dalam UU KIA 2024
Dari penjelasan atas Hari Ibu dan Mother’s Day di atas, kita bisa menarik kesimpulan sebagai berikut:
- Hari Ibu Indonesia (22 Desember) adalah hari pergerakan dan refleksi peran ibu (Perempuan) dalam kehidupan sosial-politik bangsa.
- Mother’s Day adalah hari penghormatan personal terhadap ibu sebagai figur keluarga.
- Keduanya sah dan bermakna, tetapi tidak dapat dipertukarkan secara konseptual.
- Menghormati ibu tidak hanya dilakukan sebagai seremonial setahun sekali, namun harus dimaknai sebagai penghormatan setiap saat atas peran ibu (perempuan) di wilayah domestik maupun sosial-politik
***