PejuangKantoran.com - Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak perempuan yang berhasil menempati jabatan tinggi di dunia kerja.
Menurut laporan tahunan Women in the Workplace dari Lean In, jumlah perempuan di level Chief (C-suite) naik dari 17% pada 2015 menjadi 28% pada 2023. Selain itu, makin banyak perempuan yang menduduki jabatan vice president dan senior vice president (SVP).
Namun, para peneliti Lean In mengingatkan bahwa kemajuan ini masih “rapuh”. Meskipun ada peningkatan di posisi di level yang lebih tinggi, kemajuan perempuan di tingkat manajer dan direktur justru lebih lambat.
Baca Juga: Lagi Naik Daun, Benarkah Roti Sourdough Lebih Sehat?
Akibatnya, terbentuk celah di tengah “jalur karier” yang menghambat banyak perempuan untuk naik ke posisi lebih tinggi.
“Tangga karier yang rusak”
Menurut Caroline Fairchild, Editor-in-Chief Lean In, hambatan karier perempuan yang terbesar bukan di “langit-langit”, tetapi di tangga karier yang cenderung berpihak pada laki-laki. Hambatan itu muncul di langkah awal, mulai dari posisi pemula menuju manajer.
“Ini adalah titik paling sulit bagi perempuan untuk naik. Begitu banyak perempuan tertahan di sini,” kata Fairchild.
Data menunjukkan, untuk setiap 100 pria yang dipromosikan menjadi manajer, hanya 87 perempuan yang mendapat kesempatan sama.
Padahal, penelitian Lean In menemukan bahwa perempuan sebenarnya meminta promosi sama seringnya dengan pria, dan lebih jarang keluar dari pekerjaan. Jadi, bukan karena kurang usaha, tetapi karena memang ada kecenderungan semacam itu.
Baca Juga: Pilih Ordal untuk Menempati Jabatan Penting Tidak Selalu Buruk, Kadang Justru Ini yang Terbaik
Kecenderungan dalam promosi dan penilaian
Fairchild menjelaskan, kecenderungan tentang adanya hambatan karier perempuan tersebut tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata.
"Pria sering dipromosikan karena potensinya, sedangkan perempuan harus membuktikan diri lewat hasil kerja sebelumnya,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan perusahaan untuk lebih sadar terhadap kecenderungan ini. Salah satu caranya adalah dengan mengingatkan jangan sampai kecenderungan tersebut kembali terjadi menjelang proses rekrutmen dan penilaian kinerja.
Artikel Terkait
Jumlah Lowongan Kerja di AS Turun di Titik Terendah Sejak 2021, Saatnya Kamu Bergerak Lebih Smart!
Ini Dia, Kategori Pemohon Paspor yang Bisa Bikin Paspor tanpa Perlu Antre Online di M-Paspor
Google Membuka Posisi Associate Product Marketing Manager untuk Divisi Android di Jakarta
Danantara Optimistis Rencana Redenominasi Tidak Ganggu Dunia Usaha
5 Prinsip Membangun Kekayaan yang Jarang Diajarkan di Sekolah. Coba Ikuti, Yuk!
Adipati Dolken Enggan Meniru Akting Park Seo Jun Plek Ketiplek untuk 'What’s Up With Secretary Kim'
Jadi Produk SBN Terakhir Tahun Ini, ST015 Tawarkan Imbal Hasil Minimal 5,45%. Lebih Tinggi dari Deposito!