Pejuangkantoran.com – Salah satu desain untuk wearable audio device yang sekarang menjadi primadona adalah desain open-ear. Desain yang saat ini banyak diterapkan untuk earphone ini membuat orang yang mengenakannya tidak perlu sampai ketutup lubang telinganya.
Desain open-ear ini membuat orang yang mengenakannya tetap bisa mendengar suara di sekitarnya. Ini menambah kewaspadaan orang tersebut terhadap keamanan dirinya di jalan.
Dari sebuah studi di Amerika Serikat selama 2004-2011 menemukan bahwa ada 116 kasus pejalan kaki yang mengalami cedera serius atau meninggal dunia ketika menggunakan headphone di ruang publik.
Dalam 29% kasus, saksi yang melihat melaporkan bahwa klakson atau sirine telah dibunyikan namun korban tidak bereaksi.
Di Indonesia, ada satu penelitian yang dipublikasikan di ejournal.atmajaya.ac.id pada tahun 2025 yang menyimpulkan bahwa penggunaan earphone ketika mengendarai sepeda motor berpotensi mengurangi kewaspadaan terhadap lingkungan lalu lintas sehingga meningkatkan risiko keselamatan.
Oleh karena itu, desain open-ear earphone ini menjadi primadona terutama di kalangan pelari atau pesepeda.
Dua Teknologi Untuk Open-Ear Earphone
Ada dua teknologi yang diterapkan dalam desain open-ear ini, yaitu open-ear air conduction dan bone conduction. Apa beda keduanya, meskipun sama-sama tidak menutup lubang telinga?
Perbedaan utama antara kedua teknologi ini adalah terletak pada jalur penghantaran suara menjuju koklea (cochlea) di telingan bagian dalam.
Cochlea (dibaca: kok-le-a) atau dalam bahasa Indonesia disebut rumah siput, adalah organ pendengaran yang berada di telinga bagian dalam (inner ear). Disebut “rumah siput” karena bentuknya menyerupai cangkang siput yang melingkar sekitar 2½ putaran.
Bone conduction jalur suaranya melalui getaran lewat tulang tengkorak. Makanya posisi “speaker”-nya, biasanya menempel di tulang depan telinga, menempel pada tulang pipi (zygomatic bone).
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak
Sementara open-ear air conduction gelombang suara dihantarkan melalui udara, seperti pada umumnya suara. Makanya, letak speaker pada open-ear air conduction tetap di telinga bagian luar namun tidak sampai menutup lubang telinga.