Film 'Istimewa' Kisahkan Petualangan 6 Penyandang Disabilitas Mencari Sosok Ayah yang Hilang

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Selasa, 28 Juli 2026 | 19:30 WIB
Lebih dari 4.000 penyandang disabilitas mengikuti seleksi untuk tampil dalam film  (Kairos)
Lebih dari 4.000 penyandang disabilitas mengikuti seleksi untuk tampil dalam film (Kairos)

PejuangKantoran.com - Semangat inklusivitas semakin terasa dalam produksi film, tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga jalan cerita. Setelah film Semua Akan Baik-Baik Saja, kini rumah produksi Kairos Pictures merilis film Istimewa.

Yang istimewa di sini selain judulnya adalah para pemeran utamanya yang merupakan aktor-aktor disabilitas. Mereka adalah Mustofa, Niatus Sholihah, Zulfadli Aldiansyah, Rein, Bambang Ceper, dan Salsabila Bella.

"Kata orang, film yang mengangkat kisah nyata anak-anak disabilitas itu enggak laku. Makanya kita akan buktikan ke dunia bahwa keistimewaan mereka punya hak juga di ruang publik. Keistimewaan mereka perlu disampaikan.

Baca Juga: Produser Bunga Di Tepi Jurang Janjikan Konflik yang Makin Dar Der Dor di Setiap Episodenya

"Ada 22 juta anak disabilitas di negeri ini dan mereka bisa melakukan sesuatu yang besar. Kita harapkan film ini bisa menjadi motivasi," ujar produser Abdullah Mansuri, saat konferensi pers di kantor Kairos Pictures di kawasan Pejaten, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Film Istimewa bercerita tentang petualangan sekelompok anak disabilitas dalam mencari Pak Mahendra (Mathias Muchus), pemilik shelter bernama Istimewa yang tiba-tiba menghilang. Pak Mahendra sudah mereka anggap sebagai ayah mereka sendiri.

Rupanya, Pak Mahendra sakit keras dan berusaha menyembunyikan sakitnya dari anak-anak tersebut. Mereka pun bertekad mencari sang ayah berbekal tabungan seadanya. Perjalanan ini lalu menjadi petualangan tersendiri karena mereka banyak menghadapi situasi yang tak terduga.

Proses penggarapan film yang disutradarai Ruben Adrian ini memakan waktu kurang lebih sekitar dua tahun. Untuk mencari pemain, Ruben dibantu produser menyeleksi lebih 4.000 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Akhirnya mereka menemukan enam pemain, yang rata-rata belum pernah main film. Rein berasal dari Surabaya, Mustofa dari Pekanbaru, Niatus Sholihah dari Bondowoso, Zulfadli Aldiansyah dari Aceh, serta Bambang Ceper dan Salsabila Bella dari Semarang.

“Film ini semakin berarti karena lahir dari berbagai kisah nyata yang kita dengarkan langsung dari mereka. Kisah-kisah itu kemudian kami rangkai menjadi cerita perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang,” tambah Ruben.

Baca Juga: Ini Alasan Stephen Chow Ajak Dilraba Dilmurat Jadi Pemeran Utama Kung Fu Soccer

Dari enam pemain tersebut, hanya Bambang Ceper yang sudah pernah main film, yaitu di film Foufo. Namun di film garapan Bayu Skak itu, ia tampil sebagai sang Ufo yang wajahnya diganti dengan animasi. Jadi, baru di film ini ia berakting apa adanya.

Sementara itu bagi Mathias Muchus, pendekatan dirinya terhadap proyek film ini menjadi berbeda dengan film-film lain di mana ia pernah terlibat. Diskusi dengan sutradara dan produser bukan berkaitan dengan teknis seperti cerita atau pendalaman karakter.

"Ini pengalaman saya sebagai aktor masuk ke dalam produksi yang beda. Biasanya saya mulai dengan masalah teknis seperti cerita, kerangka cerita, dramatik, dan lain sebagainya. Tapi ini kita mulai dengan satu nuansa emosional. Ini jarang saya temui,” terang aktor berusia 69 tahun itu.

Lain lagi dengan Ajil Ditto, yang berperan sebagai Bagas. Ia mengakui sempat kesulitan ketika harus berakting dengan aktor disabilitas. Empatinya terhadap para aktor berkebutuhan khusus ini sering sekali mendominasi emosinya saat harus berakting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X