PejuangKantoran.com - Warganet sedang ramai membahas pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai dalam sebuah video wawancara yang diunggah di Instagram ketika ditanya soal rekomendasi buku buat anak.
Pigai menyarankan anak-anak lebih baik membaca buku karya penulis Barat, atau versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Alasannya, karena kalau penulis Indonesia yang menulis, hasilnya dianggap terlalu "versi sendiri" dan subjektif.
Pernyataan ini langsung memantik respons hangat dari warganet, yang menilai ucapan tersebut terkesan merendahkan kualitas karya penulis Indonesia. Padahal, Indonesia punya banyak penulis yang berkualitas bahkan sudah diakui dunia.
Baca Juga: Lowongan Magang di Solutions Architect, APJ Early Career Talent dari PT Amazon Web Services
Nah, dalam konteks “buku orang Barat”, ada tujuh rekomendasi karya penulis Indonesia yang sudah diterjemahkan ke bahasa asing. Siapa tahu ada di antara kamu yang lebih senang membaca buku dalam Bahasa Inggris.
1. Bumi Manusia (This Earth of Mankind, Pramoedya Ananta Toer)
Buku pertama dari Tetralogi Buru ini berkisah tentang kehidupan di masa kolonial Belanda lewat sudut pandang Minke, pemuda pribumi yang bergulat dengan identitas dan ketidakadilan di zamannya.
Karya Pramoedya ini sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, sampai Jepang. Pramoedya sendiri berkali-kali masuk nominasi Nobel Sastra.
2. Cantik Itu Luka (Beauty Is a Wound, Eka Kurniawan)
Novel ini diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Annie Tucker dan diterbitkan penerbit New Directions pada 2015. Ceritanya berlatar sejarah Indonesia yang penuh kekerasan dan magis-realisme, dengan gaya penulisan yang berani dan jujur.
Sampai sekarang, Cantik Itu Luka sudah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa. Eka Kurniawan sendiri sering disebut sebagai penerus Pramoedya di dunia sastra Indonesia.
3. Laskar Pelangi (The Rainbow Troops, Andrea Hirata)
Kalau ini pasti banyak yang sudah pernah baca atau nonton filmnya. Ceritanya tentang perjuangan anak-anak di Belitung agar tetap bisa sekolah di tengah keterbatasan.
Baca Juga: Lowongan Magang di Solutions Architect, APJ Early Career Talent dari PT Amazon Web Services
Novel ini ternyata punya daya tarik universal, terbukti dari fakta bahwa novel ini sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, Jerman, dan Italia. Salah satu novel Indonesia paling laris sepanjang masa.
4. Na Willa (The Adventures of Na Willa, Reda Gaudiamo)
Ini yang paling related sama konteks pertanyaan ke Pigai, karena Na Willa memang buku anak. Ceritanya soal keseharian seorang gadis kecil di sebuah gang di Surabaya lewat kacamatanya sendiri.
Buku ini diterjemahkan jadi The Adventures of Na Willa dan diterbitkan penerbit Inggris, The Emma Press, pada Maret 2019. Reda bahkan sempat mempromosikan langsung bukunya di London Book Fair tahun yang sama.
Artikel Terkait
BRI Terus Pacu Transformasi BRIvolution Reignite, Cetak Kinerja Solid di Triwulan I 2026
10 Kesalahan Berbahaya Dalam Memperlakukan Power Bank yang Tidak Kita Sadari
Adu Mekanik Sembako Murah: Koperasi Desa Merah Putih Vs Toko Kelontong ala Wali Kota New York
Berkaca Atas Kejadian Terbakarnya Powerbank Dalam Penerbangan Batik Air , Ini 4 Alasan Teknis Mengapa Alat Elektronik Bisa Terbakar di Dalam Pesawat
Ada 3 Manfaat Utama Saat Melakukan Olah Raga Bersama Pasangan yang Wajib Kamu Ketahui!
Apa Itu Ghost Jobs? Fenomena Lowongan Kerja "Hantu" yang Kini Jadi Sorotan
Siap-Siap Nonton Indonesia VS Timor Leste Nanti Sore di ASEAN Championship! Berikut Fakta Unik Rivalitas Dari Sejarah Saudara Tua Hingga Pesta Gol