Selain mengobrol dengan keluarga terdekatnya yang menggunakan susuk, Ginanti bersama penulis naskah Husein M. Atmojo sempat melakukan riset ke daerah-daerah di sekitar Dieng dan Wonosobo yang menjadi kampung halamannya.
"Asal saya di Wonosobo, daerah sekitar Dieng. Di sana banyak yang menggunakan (susuk). Jadi, riset dimulai dari situ. Lalu, kita juga memasukkan budaya-budaya lain agar bisa nge-grab penonton seluas mungkin," timpalnya.
Baca Juga: 4 Daya Tarik Film Mantra Surugana yang Bakal Bikin Kamu Nggak Bakal Meleng
Riset terekstrim yang dilakukan Ginanti dan Husein adalah dengan secara khusus mengobrol dengan dukun yang sering mengobati orang-orang yang ingin mencabut susuknya.
"Kita sempat menemui seorang dukun yang biasa mengobati orang-orang yang ingin melepas susuknya. Selain tujuannya untuk cerita, para pemain juga bisa lebih mendalami karakter," seru Ginanti. (Syanne Susita)