PejuangKantoran.com - Sebagai aktor, Jourdy Pranata mengaku selalu siap untuk syuting di lokasi mana pun. Di film Dear Jo, ia begitu menikmati keindahan alam Azerbaijan sebagai lokasi syuting.
Hal yang berbeda dialaminya ketika syuting film Susuk: Kutukan Kecantikan. Film horor garapan sutradara Ginanti Rona itu mengambil lokasi syuting di kaki gunung Gunung Kidul yang cukup terpelosok.
Jourdy Pranata merasa lokasi ini cukup membuat dirinya dan kru film Susuk: Kutukan Kecantikan mengalami kesulitan yang menghambat proses syuting.
Baca Juga: Rahasia Keluarga yang Bikin Muhammad Khan Shock Saat Terlibat di Film Susuk: Kutukan Kecantikan
“Di film horor Susuk ini, lokasi syutingnya beneran horor. Tidak cuma satu lokasi tapi di setiap lokasi, dan itu ngefek ke cara kita berakting. Di sekitar rumah Ayu (Ersya Aurelia), misalnya.
“Ternyata lokasi itu populer, dikenal sebagai tempat orang bunuh diri. Elang (El Gibran, pemeran Seno) yang kasih tahu kita soal itu selesai syuting.
“Makasih ya Lang, kasih taunya di akhir. Kalau di awal, bisa tambah parno lagi,” seru Jourdy Pranata, saat gala premiere film Susuk: Kutukan Kecantikan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bahkan, ada lokasi kuburan yang digunakan untuk syuting adegan-adegan di akhir film, menurut Jourdy, yang merupakan tempat sakral buat orang yang menjalankan pesugihan.
“Buat gue pribadi, waduh, ini harus bagaimana ya? Punten-puntennya (permisi, Red.) sudah. Doa-doanya sudah, tapi tetap disambut mahluk di sana dengan hal-hal tidak wajar,” kenang aktor kelahiran 2 Januari 1994 ini.
Secara spesifik, ia menceritakan kejadian tidak wajar yang dialami seluruh kru dan pemain. Setelah semua set siap di lokasi kuburan, tiba-tiba ada hujan badai setiap kali pengambilan gambar akan dimulai.
Hal itu terjadi selama dua hari berturut-turut. Pekuburan yang menjadi lokasi syuting ada di kaki Gunung Kidul, dan, Jourdy melihat sendiri di situ ada banyak sesajen dan kemenyan.
Baca Juga: Sering Jadi Anak SMA di Sinetron, Bryan Domani Ternyata Tak Pernah Merasakan Masa SMA yang Normal
“Badai kita kira akan turun sebentar saja. Ternyata malah makin besar sampai set banjir. Mau nggak mau, kita cabut karena tidak memungkinkan syuting,” serunya.
Namun, Jourdy baru menyadari bahwa hujan badai itu hanya terjadi di lokasi syuting saja. Sebab ketika ia dan kru keluar dari spot tersebut, ternyata tidak ada hujan.
“Kok, aneh ya hujan lokalnya. Seolah-olah kita disambut sama mereka. Kita lalu panggil orang yang bisa bantu melancarkan, minta permisi kalau kita berniat baik.
Artikel Terkait
Cara Menjadi Lebih Percaya Diri di Kantor, Pertama: Terima Ketidaksempurnaan Diri Kita
Ultramarathon, Nomor Lari Marathon Terlaris untuk Tujuan Amal di Indonesia
Yang Mau Tahu Cara Membuat Drop Down List di Microsoft Excel, Kumpul Sini!
12 Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih, Ternyata Bukan Saat Kehausan Saja!
Santan dan Air Kelapa Kini Bernasib Sama
Jika Ingin Bekerja di Perusahan Impian, Pahami Dulu Faktor-faktor yang Menentukan Pekerjaan Impian