PejuangKantoran.com - Nama Anwar Usman belakangan ini ramai diperbincangkan. Bukan karena dirinya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, melainkan karena putusannya yang meloloskan perkara uji materi tentang batas usia calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).
Akibat keputusan tersebut, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mencopot Anwar Usman dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi, karena terbukti melakukan pelanggaran etik berat.
Pelanggaran ini tertuang dalam Sapta Karsa Hutama Prinsip Ketakberpihakan, Prinsip Integritas, Prinsip Kecakapan dan Kesetaraan, Prinsip Independensi, dan Prinsip Kepantasan dan Kesopanan.
Baca Juga: Akhirnya Di-Spill Juga, Ini Harga Tiket Golden Disc Awards!
Siapa sebenarnya Anwar Usman sebelum menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi?
Jadi guru SD sebelum main film
Anwar Usman lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Desember 1956. Ia menyelesaikan pendidikannya hingga SMA di kota kelahirannya. Anwar harus tinggal terpisah dari orangtua karena lokasi sekolah yang jauh dari desanya.
Setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) pada 1975, ia lalu pindah ke Jakarta dan menjadi guru honorer di SD Kalibaru.
Setelah beberapa tahun menjadi guru, Anwar memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus pada 1984.
Selama kuliah, Anwar aktif dalam kegiatan teater dengan menjadi anggota Sanggar Aksara pimpinan Ismail Soebarjo. Ia bahkan mendapatkan peran kecil dalam salah satu film karya Ismail Soebardjo yang berjudul “Perempuan dalam Pasungan”.
Perempuan dalam Pasungan, yang dibintangi Frans Tumbuan, Nungki Kusumastuti, dan Rini S. Bono, nggak hanya menjadi viral pada 1980, tetapi juga merebut anugerah Film Terbaik Festival Film Indonesia.
Baca Juga: Apa Saja Komponen Compensation and Benefits, Baik yang Finansial Maupun Nonfinansial?
Tetapi, Anwar malah kena omelan orangtuanya.
“Kebetulan di film itu ada adegan saya jalan berdua seorang wanita di Pasar Cikini. Orang-orang di kampung saya, heboh semua. Padahal di film itu saya hanya sebagai penggembira saja.
“Ketika Bapak saya tahu, saya dimarahi. Kata beliau, ‘Katanya ke Jakarta untuk kuliah, ini malah main film’,” kenang Anwar.
Artikel Terkait
Begini Cara Prilly Latuconsina Meneteskan Air Mata di Mata Sebelah Kiri Saja di Film Budi Pekerti
Jadi Teroris di 13 Bom di Jakarta, Rio Dewanto Ngaku Sempat Sulit Keluar dari Karakternya
Angga Yunanda Menaikkan Berat Badan 15 Kilogram untuk Menjadi Muklas di Budi Pekerti
Pujian Dian Sastro untuk Arya Saloka Saat Berhasil Lepas dari Sosok Aldebaran demi Gadis Kretek
Dior Disebut Ganti Model Bella Hadid Karena Bela Palestina, Warganet #BoycottDior
Alasan Bio One Langsung Pakai Kostum Karakter Saat Latihan Adegan Pertaruhan The Series 2
Reza Rahadian Tegaskan, Cukup Satu Periode Jadi Ketua Komite FFI. Apa Rencana Dia Selanjutnya?