PejuangKantoran.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kini memiliki wakil baru, setelah Presiden Joko Widodo melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara pada Rabu (18/7/2024) sore.
Sebelumnya, Sri Mulyani telah memiliki Wakil Menteri Keuangan I, yaitu Suahasil Nazara, yang telah menjabat sejak 2019.
Usai pelantikannya, Tommy -sapaan akrab Thomas Djiwandono- mengatakan bahwa tugasnya sebagai Wamenkeu II adalah memastikan kelanjutan mengenai anggaran pada 2025.
Baca Juga: Pesan Menteri Imigrasi Kanada untuk Pelajar Asing: Anda Tidak Bisa Semua Tinggal Di Sini
"Tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut anggaran terutama di 2025 itu selaras dengan apa yang dicetuskan Pemerintah sekarang, dan tentunya program-program Presiden terpilih ke depan," jelasnya.
Lantas, siapa sebenarnya Thomas Djiwandono?
Keluarga terpandang
Sebagai keponakan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tidak mengherankan jika Tommy pun beraktivitas di dunia politik. Ia pun terjun ke politik dan menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Pria berusia 52 tahun ini merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.
Soedradjad Djiwandono pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, dan sekarang ini menjadi pengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Baca Juga: Sistem Windows Berangsur Pulih, namun Sistem Lain Mungkin Butuh Ditangani Lebih Lama
Sedangkan dari nama ibunya kita bisa menebak bahwa sang ibu punya hubungan darah dengan Prabowo. Bianti adalah kakak kandung dari Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo.
Kakek Thomas, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, dikenal sebagai begawan ekonomi. Soemitro pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Keuangan, dan Menteri Riset selama era Orde Lama maupun Orde Baru.
Tommy, yang sudah menikah dan memiliki tiga anak, juga kakak kandung dari Budisatrio Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra.
Tommy mengawali karirnya dengan magang di Majalah Tempo (1993) dan Indonesia Business Weekly (1994). Ia juga pernah berkerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Artikel Terkait
Rizal Mantovani Beberkan Alasan Film Pusaka Banyak Tampilkan Adegan Sadis dan Brutal
Soal Motor dan Mobil Harus Punya Asuransi, OJK Sebut Masih Tunggu Peraturan Pemerintah
Prabowo Ungkap Alasan Mengapa Sering Diminta Duduk di Sebelah Jokowi saat Rapat Kerja
5 Langkah untuk Mengatasi Rasa Menyesal Setelah Resign, Bisakah Minta Kembali ke Kantor Lama?
Google akan Terus Menghapus Aplikasi Berbahaya di Play Store, dan Waktunya Tinggal 6 Minggu Lagi
Contoh Email dalam Bahasa Inggris untuk Meminta Kembali ke Kantor Lama pada Mantan Atasan
Keanu Reeves Bersiap Meluncurkan Novel Pertamanya, The Book of Elsewhere