5 Langkah untuk Mengatasi Rasa Menyesal Setelah Resign, Bisakah Minta Kembali ke Kantor Lama?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 Juli 2024 | 10:57 WIB
Ilustrasi: Apa yang harus dilakukan jika kamu menyesal setelah resign? Mungkinkah meminta kembali ke kantor lama? (Freepik)
Ilustrasi: Apa yang harus dilakukan jika kamu menyesal setelah resign? Mungkinkah meminta kembali ke kantor lama? (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Dalam sebuah studi yang dilakukan Paychex bulan lalu, terungkap bahwa dari 825 karyawan yang mereka survei, hampir 9 dari 10 orang yang mengundurkan diri mengatakan andai saja mereka tidak berhenti.

Sebagian besar dari mereka yang disurvei mengatakan, berhenti bekerja ternyata ikut berkontribusi terhadap penurunan kesehatan mental mereka.

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan jika menyesal setelah resign dari kantor, dan mendapati bahwa pekerjaan dan perusahaan yang baru tidak sebaik kantor lama?

Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Mengapa Sering Diminta Duduk di Sebelah Jokowi saat Rapat Kerja

Berikut saran dari William Vanderbloemen, founder dan CEO Vanderbloemen Search Group.

1. Kirimkan email ke mantan atasan, dan tanyakan apakah memungkinkan jika kamu kembali ke kantor lama.

Ada perusahaan yang menolak mempekerjakan karyawan yang pernah resign, tetapi ada juga yang terbuka untuk menerima karyawan lama. Contohnya di bank atau di perusahaan media.

Kamu bisa mencoba menyampaikan dalam email tersebut alasan pengunduran diri kamu sebelumnya. Terutama jika alasan tersebut tidak ada hubungannya dengan manajer atau rekan kerja yang toxic, atau ketidaksukaan terhadap budaya kerja.

Pemberi kerja kebanyakan memahami bahwa tahun-tahun saat pandemi adalah tahun-tahun yang penuh tekanan, sehingga banyak orang mengambil keputusan yang salah.

2. Sampaikan bahwa kamu tidak mengharapkan kenaikan gaji. Salah satu alasan utama mengapa perusahaan tidak mempekerjakan kembali karyawan yang pernah resign adalah karena umumnya mereka meminta gaji yang lebih tinggi daripada yang mereka terima sebelumnya.

Baca Juga: Soal Motor dan Mobil Harus Punya Asuransi, OJK Sebut Masih Tunggu Peraturan Pemerintah

Dengan meningkatnya inflasi, gaji kamu seharusnya memang lebih tinggi daripada saat kamu keluar dari perusahaan. Namun, luangkan waktu untuk berpikir lebih dulu.

Ketika keluar dari perusahaan, kamu membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya perekrutan, dengan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, harus mengajari karyawan baru, dan daftarnya bisa terus bertambah.

3. Mintalah surat referensi untuk kamu. Meskipun kamu menyesal setelah resign dan ingin sekali kembali ke kantor lama, faktanya beberapa perusahaan sebenarnya menjadi lebih efisien ketika beberapa karyawannya mengundurkan diri.

Jadi, terimalah bahwa perusahaan mungkin tidak memiliki ruang untuk kamu meskipun mantan atasan tidak keberatan kalau kamu kembali bekerja untuknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X