Pendiri dan CEO NVIDIA Jensen Huang yang Kekayaannya Rp2026 T Ini Pernah Jadi Tukang Cuci Piring

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 19 November 2024 | 09:10 WIB
Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO NVIDIA menjadi orang terkaya ke-9 di dunia. (Screen shot Instagram @nvidia)
Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO NVIDIA menjadi orang terkaya ke-9 di dunia. (Screen shot Instagram @nvidia)

Pejuangkantoran.com – Pengguna komputer super cepat, terutama gamers, sudah semestinya berteima kasih kepada tiga orang ini, yaitu Jensen Huang, Chirs Malachowsky, dan Curtis Priem. Ketiganya adalah pendiri NVIDIA.

Pada tahun 1993, ketiga orang ini sudah punya visi bahwa ke depan dunia komputasi akan makin cepat dan berbasis grafis. Dari situlah hingga sekarang NVIDIA dikenal sebagai produsen unit Graphics Processing Unit (GPU.

GPU NVIDIA ini kemudian sangat erat dengan game komputer. Dan belakangan, NVIDIA kian meraih kesuksesan usai membuat chip AI atau kecerdasan buatan yang banyak digunakan oleh pengguna komputer.

Salah satu dari pendiri NVIDIA, Jensen Huang, pada Kamis (14/112024) lalu  mengunjungi Indonesia dalam rangka menghadiri acara Indonesia AI Day 2024 yang digelar oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Sejak NVIDIA didirikan hingga sekarang, posisi Jensen Huang sebagai CEO belum tergantikan. Ini mengindikasikan bahwa perannya sangat sentral di perusahaan Amerika yang berpusat di Santa Clara ini.

Baca Juga: Penipuan Makin Canggih, Waspada Penelepon Bersuara AI Ingin Memulihkan Akun Gmail Kamu

Pindah ke Amerika Serikat sejak kecil

Terlahir di Taiwan pada 17 Februari 1963, pria ini lahir dengan nama asli Jen-Hsun Huang. Usia 9 tahun, Huang merantau ke Tacoma, Amerika Serikat dengan dititipkan ke pamannya yang bermukim di Ameriak Serikat.

Baru beberapa tahun kemudian, orang tuanya menyusul Huang ke Amerika. Seperti pada umumnya migran yang yang datang ke Amerika, mereka mau mencari penghidupan yang lebih baik, an American dream.

"Ayahku memiliki keinginan besar untuk membesarkan kami di negara yang luar biasa ini (AS)," ujar Jensen pada 29 Februari 2024.

Oleh karena itu, Jensen Huang pun disekolahkan di sekolah dasar yang menurut mereka bergengsi di AS, yaitu Oneida Baptist Institute.

Meskipun sempat jadi korban perundungan dan diancam dengan pisau, namun Jensen memutuskan untuk bertahan di sekolah itu. Peristiwa itu diakuinya sebagai hal yang berkesan, karena dirinya berani mengungkap keresahannya saat pidato kelulusan sekolah.

Hidup di Amerika Serikat jelas tidak mudah, karena itu harus kerja keras. Jensen Huang paham benar akan hal ini. Pengalamannya sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran cepat saji bernama Denny's saat berusia 15 tahun, diakuinya mengajarinya untuk tetap rendah hati dan terus bekerja keras.

Baca Juga: Pembaruan Copilot Bikin Chatbot Microsoft AI Itu Lebih Menjadi Teman Digital dan Bisa Ngobrol 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Forbes, New York Post, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X