PejuangKantoran.com - Di tengah tantangan yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, hadir seorang tokoh yang menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha di Desa Bululor, Kecamatan Jambon, Ponorogo.
Namanya Saiban, seorang pria kelahiran 1969 yang sudah berkiprah sejak lama sebagai Direktur BUMDes Amanah. Dengan dedikasi dan komitmennya, Saiban telah membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM bisa berkembang pesat meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan.
Sejak dipercaya memimpin BUMDes Amanah pada tahun 2017, Saiban tidak hanya memberikan dukungan teknis kepada UMKM, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha di tingkat lokal. Ia menyadari bahwa untuk bisa bertahan, pelaku UMKM harus memiliki ilmu yang cukup serta sistem yang matang, bukan sekadar bantuan modal.
Pada 2022, Saiban memanfaatkan sertifikasi yang ia peroleh dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk meningkatkan kualitas pendampingannya.
Salah satu inisiatif besar yang ia ciptakan adalah Kampus Rumah UMKM Sri Widari, yang menjadi pusat pelatihan bagi lebih dari 60 pelaku UMKM. Di tempat ini, Saiban memberikan pelatihan tentang berbagai aspek penting dalam menjalankan usaha, seperti permodalan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya manusia.
Baca Juga: 4 Keterampilan Ini Hampir Dilupakan di Dunia Kerja, Bagaimana Cara Mengasahnya Kembali?
Salah satu kisah sukses dari program pendampingan Saiban adalah Boyadi, pemilik Galeri Reog Ponorogo. Berkat bimbingan Saiban, usaha yang sebelumnya terbatas kini berkembang pesat, dengan produksi topeng Reog mencapai 1.000 unit per bulan dan omzet melonjak signifikan dari Rp1 juta menjadi Rp30 juta per bulan. Produk Boyadi bahkan telah menembus pasar Sumatra dan Kalimantan.
Tak hanya Boyadi, banyak UMKM lain yang juga merasakan manfaat dari pendampingan Saiban. Enwa Bouquet & Dekorasi, misalnya, berhasil merambah pasar pernikahan tingkat kabupaten berkat bantuan legalitas usaha dan pelatihan yang diberikan Saiban.
Begitu juga dengan Kuswandari, produsen keripik tempe yang kini mampu meningkatkan produksi setelah mendapatkan izin usaha dan sertifikasi halal berkat bimbingan Saiban.
Dewi Jali Collection, yang bergerak di bidang anyaman tas plastik, juga merasakan dampak positif dari bimbingan Saiban. Sebelumnya, Dewi kesulitan dalam pemasaran produk, namun setelah diberikan pelatihan untuk memanfaatkan media sosial dan menjalin kerja sama dengan toko lokal, ia kini lebih percaya diri dalam mengembangkan bisnisnya.
Baca Juga: BRIGuna Digital Menjadi Strategi untuk Menarik Kembali Nasabah yang Beralih Ke Pinjol
“Saya diajarkan untuk memanfaatkan media sosial dan bekerja sama dengan toko-toko lokal. Kini, saya lebih percaya diri mengembangkan bisnis,” ujar Dewi.
BRI pun mengapresiasi peran Saiban sebagai salah satu "Figur Inspiratif Lokal" (FIL), sebuah program yang digagas oleh BRI untuk memberi penghargaan kepada sosok-sosok yang memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM di daerahnya.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dengan memberdayakan UMKM, serta meningkatkan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Perjalanan Penuh Kontroversi Zita Anjani sebelum Ditunjuk Jadi Utusan Khusus Presiden
Aldi Satya Mahendra Pembalap Indonesia Pertama yang Jadi Juara Dunia WorldSSP 300 2024
4 Prajurit Terbaik dari TNI dan Polri yang Kini Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto
Jack Ye Pendiri Dan Pemilik Miniso Terinspirasi Oleh Suvenir Di Jepang Yang Produksi China
Satu Lagi, Lagu Milik Jungkook BTS yang Raih Lebih dari 1 Miliar Streaming di Spotify
Zhang Yiming Otak Di Balik Berdirinya Tik Tok Yang Saat Ini Mempunyai Kekayaan Senilai Rp714,1 Triliun!
Wamildan Tsani Panjaitan: Pilot Berpengalaman dan Dirut Lion Air yang Kini Memimpin Garuda Indonesia
Pendiri dan CEO NVIDIA Jensen Huang yang Kekayaannya Rp2026 T Ini Pernah Jadi Tukang Cuci Piring
Sunarso, Direktur Utama BRI, Raih Penghargaan “The Best CEO” atas Kepemimpinan Transformasi Hijau
Max, Si Kucing Kampus, Raih Gelar Kehormatan di Universitas Vermont