PejuangKantoran.com - Film Dowajuseyo Tolong Saya merupakan debut rumah produksi Heart Pictures yang didirikan oleh Herty Purba. Ia tertarik memproduksi film layar lebar setelah lama berkecimpung di dunia televisi.
Sebagai film horor, Dowajuseyo Tolong Saya memberikan warna yang berbeda dari segi alur cerita, pemain, dan tentu saja dari sisi lokasi pengambilan gambar yang dilakukan di Busan, Korea Selatan.
Film ini dibintangi oleh Saskia Chadwick, Cinta Brian, Aruma Khadijah, Dito Darmawan, William Roberts, serta aktor Korea Selatan, Kim Geba dan Kim Seoyoung.
Baca Juga: Pilih Baju Warna Ini Buat Ngantor, Biar Nggak Jadi Fashion Disaster dan Kurang Update Tren
Cerita film dimulai dari tokoh Tania (Saskia Chadwick) yang kerap diganggu arwah gentayangan Min Yong (Kim Seoyoung). Dalam upaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi Min Yong, Tania dibantu Park Min Jae (Kim Geba), dokter yang jatuh cinta padanya.
Namun, kehadiran Dion (Cinta Brian), pria misterius dengan masa lalu yang kelam, membuat upaya Tania semakin rumit.
Dipercaya memerankan Tania, Saskia mengaku banyak hal baru yang jadi PR sebelum akhirnya mulai syuting. Pertama, ia harus menjiwai gerak gerik atau ekspresi orang kesurupan, satu hal yang tentu saja belum pernah ia rasakan.
“Pas dapat script-nya deg-degan. Jujur ini pertama kalinya aku kesurupan. Jadi sebelumnya kan Saski punya film satu lagi yang kesurupan juga. Tapi syutingnya duluan ini.
"Pastinya pressure ada banget karena Saski tidak pernah kesurupan. Enggak tahu caranya kesurupan gimana!” terang Saskia Chadwick, saat konferensi pers Dowajuseyo Tolong Saya di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Beruntung, ia banyak mendapat masukan dari dua sutradara yang menggarap film ini, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca. Keduanya memberi beberapa referensi film yang bisa jadi inspirasi.
Baca Juga: BIsakah Sepatu Lari untuk Jalan Kaki dan Sebaliknya? Cek Dulu Fakta-Fakta Berikut Ini!
Yang juga sangat menolong aktris kelahiran Denpasar, Bali, 9 November 2006 ini adalah guru akting yang mendampinginya saat mendalami karakter.
Setiap hari Saskia diminta berlatih kesurupan oleh guru aktingnya. Kesulitan utamanya adalah gerak tubuhnya yang tidak luwes tiba-tiba dituntut melakukan gerakan-gerakan dan ekspresi yang aneh atau menyeramkan.
"Jadi, selama dua minggu, biasanya kita reading nih dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Nanti, jam 5 sore sampai jam 8 malam, aku sama Om Dadang Badoet coba-coba latihan scene, mencari gerak dan ekspresi mana yang lebih cocok untuk digunakan.
"Apakah nangis-nangis atau teriak-teriak. Jadi banyak trial and error-nya!” ujar cewek berdarah Inggris-Jawa ini.
Artikel Terkait
8 Langkah yang Membuat Durasi Jam Kerja Kantoran 8 Jam Menjadi Efektif dan ProduktiF
Jangan Salah Pilih, Ini 9 Jenis Pakaian yang Sebaiknya Tidak Dibeli dengan Cara Thrifting
5 Alasan Mengapa "Gas Pol" Kerja di Pagi Hari Cocok Buat Pekerja Kantoran Seperti Kamu
Ketika Kepala Rasanya Mau Pecah dan Hang, Waspadai Kamu Mengalami Cognitive Overload
Mengapa GERD Sering Dialami oleh Karyawan di Tempat Kerja? Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya!
Prevalensi GERD di Indonesia Cukup Tinggi, Benarkah Stres merupakan Pemicu Utamanya?
7 Tempat yang Lebih Aman untuk Menyimpan Kunci Cadangan Kalau Kamu Tak di Rumah