Pejuangkantoran.com – Ada pepatah tradisional yang menyebutkan seperti berikut “Bangun pagi supaya rezeki tidak dipatuk ayam.” Ini bukan sekadar pepatah filosofis yang mendorong kita untuk bangun pagi mengejar rezeki, namun secara praktis sangat penting bagi pekerja kantoran seperti kamu.
Dalam manajemen waktu kerja ada pembagian blok-blok kerja sesuai waktu. Blok waktu pagi selalu disarankan untuk mengerjakan tugas-tugas berat secara kognitif.
Tugas berat secara kognitif adalah pekerjaan yang menuntut kapasitas mental tingkat tinggi, terutama fungsi eksekutif otak. Bukan “berat” secara fisik, melainkan berat untuk otak.
Tugas-tugas semacam ini butuh fokus yang mendalam, analisis, penalaran, sintesis informasi, sulit diselesaikan dengan multitasking, dan hasilnya dipengaruhi oleh kejernihan pikiran.
Jadi, tugas ini mengombinasikan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan kerja.
Berikut penjelasan keterkaitan faktor-faktor tersebut sehingga blok waktu pagi hari disarankan untuk melakukan tugas-tugas semacam ini:
Baca Juga: 8 Langkah yang Membuat Durasi Jam Kerja Kantoran 8 Jam Menjadi Efektif dan ProduktiF
1. Faktor biologis (ritme sirkadian)
Tubuh manusia mengikuti ritme sirkadian (selama 24 jam) yang mengatur kewaspadaan, fokus, dan energi mental.
- Kortisol pagi hari lebih tinggi
Kortisol mencapai puncak alami sekitar 30–60 menit setelah bangun tidur (cortisol awakening response). Dalam kadar normal, kortisol: - meningkatkan kewaspadaan,
- mempercepat pemrosesan informasi,
- membantu pengambilan keputusan.
- Otak masih “segar”
Setelah tidur malam, kapasitas working memory, atensi berkelanjutan, kontrol eksekutif berada pada kondisi optimal dibandingkan sore atau malam hari.
2. Ego depletion dan kelelahan keputusan
Sepanjang hari, kita terus membuat keputusan kecil seperti membalas pesan, menghadapi rapat, menyelesaikan konflik, atau berpindah tugas. Akibatnya terjadi decision fatigue, yaitu:
- kapasitas fokus menurun,
- toleransi terhadap masalah kompleks berkurang.
Pagi hari belum terjadi penumpukan kelelahan kognitif, sehingga lebih cocok untuk:
- analisis kompleks,
- menulis mendalam,
- pemecahan masalah matematika/logika,
- perencanaan strategis.
3. Gangguan eksternal masih minimal
Secara operasional, pagi hari memiliki noise lingkungan paling rendah:
Artikel Terkait
Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
Jam Kerja Fleksibel, Jumlah Karyawan yang Melahirkan di Perusahaan Kecantikan Ini Meningkat
Time Management 101, Langkah-Langkah Praktis Mengelola Waktumu Agar Produktif
10 Saran Dari Ahli Agar Kamu Dapat Merancang Manajemen Waktu yang Baik di Kantor
Perbedaan Penting Time Management dan Energy Management. Mana yang Terkait dengan Fokus dan Kreatifitas?
Tolak Aturan 13 Jam Kerja, Seluruh Pekerja di Yunani Demo dan Bikin Satu Negara Lumpuh!