Mengapa GERD Sering Dialami oleh Karyawan di Tempat Kerja? Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:32 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa faktor risiko yang ikut meningkatkan kasus GERD di kalangan karyawan. (Freepik/Stockking)
Ilustrasi: Ada beberapa faktor risiko yang ikut meningkatkan kasus GERD di kalangan karyawan. (Freepik/Stockking)

PejuangKantoran.com - Berita mengenai influencer Lula Lahfah yang ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026), lalu masih menjadi perbincangan warganet.

Banyak yang prihatin mengenai kondisi Lula, apalagi di usianya yang baru menginjak 26 tahun diketahui sudah mengidap komplikasi kesehatan. Ia diketahui mengidap ISK (Infeksi Saluran Kemih), pembengkakan usus, batu ginjal, dan GERD.

Dari semua penyakit tersebut, yang menjadi bahan diskusi adalah GERD. Banyak yang bilang, ketika kambuh, keluhan yang dirasakan umumnya membuat orang merasa “seperti mau mati”.

Baca Juga: Ketika Kepala Rasanya Mau Pecah dan Hang, Waspadai Kamu Mengalami Cognitive Overload

Kematian Lula Lahfah juga membuat para pekerja kantoran merasa was-was. Maklum, saja, GERD disebut-sebut sebagai penyakit yang banyak diidap oleh karyawan. Apa penyebabnya?

Faktor risiko di tempat kerja

Selama ini penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering dianggap penyakit ringan. Padahal jika tidak ditangani dengan tuntas, kondisi ini bisa mengganggu kehidupan kerja dan produktivitas karyawan.

GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik lagi ke kerongkongan. Kondisi ini sering dialami para pekerja, yang diperparah oleh lingkungan dan pola kerja yang buruk.

Beberapa faktor yang ikut meningkatkan kasus GERD di kalangan karyawan antara lain:

• Stres. Tenggat waktu yang ketat, tuntutan yang tinggi, dan lingkungan kerja yang toxic bisa meningkatkan produksi asam lambung dan memicu gejala GERD.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Gas Pol Kerja di Pagi Hari Cocok Buat Pekerja Kantoran Seperti Kamu

• Kombinasi gaya hidup. Bekerja di depan laptop dalam waktu lama, tidak sempat makan, dan kalau makan pun lebih sering memilih fast food, juga bisa memicu GERD.

• Jadwal kerja yang tidak teratur menyebabkan jadwal makan kita ikut tidak teratur. Hal ini bisa memperburuk gejalanya.

• Kerja shift malam, yang menimbulkan perubahan hormon yang bisa memengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan keluhan GERD.

Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan berlemak dan berminyak, makan larut malam, sering melewatkan sarapan, serta makan terburu-buru, menjadi pemicu utamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Hermina Hospitals, Workplacelawyers.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X