Prof. Dr. Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Buka Praktik, Jadi Google Doodle Hari Ini

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Mei 2023 | 10:41 WIB
Prof. Dr. Sulianti Saroso google doodle (google.com)
Prof. Dr. Sulianti Saroso google doodle (google.com)

Namun, saat itu gagasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Yogyakarta yang menggelar seminar dengan melibatkan para dokter serta pimpinan organisasi keagamaan.

Meski begitu, Dr. Sulianti tak lama kemudian dipindah ke Jakarta dan mendapatkan promosi menjadi Direktur Kesehatan Ibu dan Anak di kantor Kementerian Kesehatan. Di sinilah ia masih terus memperjuangkan ide program KB, tetapi lewat jalur swasta.

Baca Juga: Otorita IKN Pastikan Tidak Ada Kasus Malaria di Ibu Kota Nusantara, Dari Mana Asal Penderitanya?

Bersama sejumlah aktivis perempuan, ia mendirikan Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) yang menginisiasi klinik-klinik swasta di berbagai kota untuk melayani KB. Pemilik nama lengkap Julie Sulianti Saroso ini bahkan mendirikan sebuah pos layanan KB di Lemah Abang, Bekasi.

Barulah pada era 1970 hingga 1980-an, perjuangannya mengenai program KB serta kesehatan ibu serta anak secara bertahap diadopsi menjadi kebijakan pemerintah.

Dokter yang tak pernah praktek dan menyuntik pasien

Meskipun berprofesi sebagai dokter, perempuan yang akrab dipanggil Julie oleh teman-temannya ini tidak seperti dokter pada umumnya,

Menurut putrinya, Dita Saroso, mantan profesional perbankan, Dr. Sulianti hampir tidak pernah menyuntik orang atau menulis resep. Ini karena ia tidak pernah lama bekerja di rumah sakit atau membuka praktek.

Setelah tamat dari sekolah kedokteran pada 1942, anak kedua dari keluarga Dokter M Sulaiman ini bekerja di bagian Penyakit Dalam CBZ, Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, ia melanjutkan karirnya di RS Bethesda Yogyakarta, bagian penyakit anak.

Baca Juga: Farhan Halim, Outside Hitter Timnas Voli Putra Indonesia yang Ditakuti di SEA Games Kamboja 2023

Namun pada 1951, Dr. Sulianti kemudian memulai karir “politik” kedokterannya di Kementerian Kesehatan. Sejak itu, ia lebih sering “berkeliling” untuk memperjuangkan gagasannya mengenai penyakit menular dan infeksi serta kesehatan ibu dan anak.

Dita menyebut ibunya sebagai dokternya masyarakat. Ini karena filosofi Dr. Sulianti bahwa dokter bukan sebatas mengobati pasien, tetapi juga membuat masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, untuk hidup sehat, sejahtera, dan bahagia.

Tak heran jika di hari kelahirannya ini, Prof. Dr. Sulianti Saroso dipilih untuk menjadi Google doodle hari ini. (Elga Windasari)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: BERBAGAI SUMBER

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X