PejuangKantoran.com - Hampir 10 tahun Raisa merintis karirnya sebagai penyanyi dan tidak semuanya berjalan mulus. Banyak kegagalan yang ia alami di saat merintis bahkan hingga sekarang. Namun, ia tidak mau kegagalan membuatnya takut untuk mencoba lagi.
Ia malah kini mengklaim sudah bisa berdamai jika apa yang ia kerjakan atau usahanya mengalami kegagalan.
“Aku sih sudah di tahap kalau mengalami kegagalan, itu adalah hal yang biasa. Kalau kita bisa benar-benar menyadari semua itu ada prosesnya dan gagal juga adalah bagian dari proses, entah kenapa, kita tuh bisa lebih cepat move on-nya. Kita tidak berkutit terlalu lama, memikirin kegagalan itu terus. Gagal itu memang bikin galau. Tapi, yah 1-2 hari, paling lama satu minggu. Sesudah itu, harus dipikirin what’s next-nya,” ujar ibu Zalina Raine Wyllie ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika terlalu memikirkan kegagalan terus, efeknya malah kita lupa akan kemenangan-kemenang kecil yang sudah dicapai. Justru dari kegagalan itu, dirinya jadi mengetahui apa yang memang berhasil atau tidak buatnya.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan di Prancis, Ajeng Kamaratih Berikan Tips Jika Kamu Berniat Mengunjungi Paris
“Jadi, instead berpikir aduh ngerjain itu gagal, aku justru harus diambil pelajarannya. Berarti yang ini tidak bisa, yang ini tidak cocok, yang ini bisa. Ya sudah, kita tinggal mulai lagi dengan pengetahuan tambahan yang lebih baru!”
Apalagi, setelah sekarang ia sudah menjadi ibu yang sudah memiliki anak. Mengajarkan apa itu kegagalan dan bagaimana mengatasinya menjadi salah satu PR yang ingin ia ajarkan kepada anaknya.
“Satu lagi ya karena sekarang aku sudah punya anak. Anakku umur 4 tahun dan dia lagi di dalam fase perfectionist. Jadi, aku lagi mengajari dia. Mungkin dalam bahasa yang berbeda tetapi kasarnya aku setiap hari bertanya padanya kamu gagal apa hari ini? Nanti, dari cerita dia, aku bisa mengajarkan dia jika kegagalan itu hal yang biasa!” ucap istri Hamish Daud ini.
Sebagai orang yang perfectionist sendiri, Raisa merasa jika dampak negatif menjadi orang yang berkeinginan semua dilakukan dengan sempurna, kerap kali dilanda ketakutan untuk memulai sesuatu.
Baca Juga: Crocs Luncurkan Edisi Terbatas Hasil Kolab bareng Rumah Mode Jerman MCM
“Tipikal karakter yang perfectionis itu, daripada gagal atau ah, daripada memulai sesuatu yang baru tapi takut kelihatan bodoh lagi atau belajar sesuatu yang baru lagi, nanti tidak keren. Takut. Ingin langsung bisa, langsung bagus. Aku ingin sesuatu yang aku pelajari saat dewasa seperti tidak perlu takut gagal atau bisa belajar dari kegagalan, harus mulai aku ajari ke anakku yang masih kecil itu."
"Biar dia tidak takut gagal dan tidak merasa kegagalan itu adalah sebuah aib tapi itu justru merupakan sebuah triumph dimana dia sudah mencoba. Jika gagal, biar dia bisa coba lagi atau menyadari, oh, that’s not for me dan mau mencoba yang lain. Kalau bisa, dia bangga dengan kegagalannya!” (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Hukum Jual Beli Daging Kurban, Bolehkah Dijual Lagi?
Libur Cuti Bersama, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Kepolisian Jika Terjadi Kepadatan
Ini Penjelasannya Mengapa Daging Kurban Lebih Alot dari Daging yang Dijual atau di Restoran
Di-ghosting Lowongan Kerja yang Muncul Berbulan-bulan? Ini Cara Mengenali Lowongan Kerja yang Tidak Aktif
Sulit ke Lain Hati, Umay Shahab Kembali Gaet Prilly Latuconsina Jadi Peran Utama di Film Terbarunya
Bahaya, Langsung Buang Sunscreen Kalau Sudah Terlihat Seperti Ini!
Mulai Besok Naik MRT Tidak Bisa Lagi Bayar Pakai Gopay, OVO, Dana, dan LinkAja: Penumpang Kecewa
Suka Jetlag Setelah Bepergian dengan Pesawat? Lakukan Ini Sebelum, Saat, dan Setelah Perjalanan
Lakukan Ini Saat Lamaran Kerja Ditolak dan Mengubahnya Jadi Peluang Baru
Kata Ahli Saraf, Lakukan 3 Rutinitas Pagi Saat Bangun Tidur Agar Lebih Semangat Sepanjang Hari