PejuangKantoran.com - Bermain dalam film drama bagi Salshabilla Adriani mungkin hal yang biasa. Namun, ketika menerima peran sebagai Maura di Dear Jo: Almost Is Never Enough, ia mengakui ada hal tersulit yang harus dilakukan di film ini.
Sebagai Maura, karakter Salshabilla Adriani digambarkan sebagai seorang istri yang sudah cukup lama menikah tetapi belum juga mempunyai momongan. Maura dihadapkan dengan kenyataan ia tidak bisa mengandung bayinya sendiri.
Ia pun meminta bantuan sahabatnya sendiri, Ella (diperankan Anggika Bolsterli) untuk bertindak sebagai ibu pengganti (surrogate mother) yang akan mengandung anaknya.
Baca Juga: Biasa Tampil Metal, Isyana Sarasvati Nge-Dance di Music Video Baru Mindblowing
“Jadi, bagaimana ya? Saya ini belum menikah, dan, ya, jangan sampai (tidak bisa punya anak). Ini juga peran pertama aku sebagai istri di film,” ujar Salshabilla Adriani, saat peluncuran trailer Dear Jo: Almost Is Never Enough di kantor MVP Pictures, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023).
“Aku sampai tanya ke mamaku. ‘Bun, aku jadi istri lagi. Bagaimana ya, aktingnya? Aku juga sempat bertanya lagi ke Pak Monty (Tiwa) apakah benar-benar mau men-casting saya karena saya belum pernah harus berakting dengan range emosi seperti yang dituntut di film ini,” ungkapnya.
Beruntung, kegundahan aktris yang sempat menjadi anggota girl group Elovii ini bisa diredam melalui proses reading dan bedah naskah yang dilakukan dua minggu lamanya.
Semua tim pun menyadari pentingnya proses reading, sehingga akhirnya terus dijalankan saat mereka sudah berada di Azerbaijan. Latihan reading ini bahkan dilakukan di dalam bus atau saat break syuting.
Baca Juga: Jungkook BTS Rilis Single Solo Debut “SEVEN”, tapi Mengapa Dia Bertengkar dengan Han So-hee?
Saat reading, para pemain berdiskusi dengan sesama lawan main, sutradara maupun tim lain, bagaimana cara mentransfer emosi ke dalam karakter mereka.
Saat berdiskusi dengan Monty Tiwa, Salshabilla banyak bertanya apa yang sebenarnya dipikirkan Maura, juga bagaimana ia harus berakting untuk situasi tertentu yang dialami Maura.
“Begitu tiba di Azerbaijan, kita punya satu hari untuk reading lagi sebelum mulai syuting. Di situ, kita juga harus belajar pengucapan beberapa dialog dalam bahasa Azerbaijan yang diajarkan oleh kru lokal,” ujar aktris kelahiran 12 Agustus 2000 ini.
Pendalaman karakter bukan satu-satunya hal yang membuatnya stres. Udara dingin yang seolah menembus tulang di Azerbaijan diakui Salshabilla jadi satu perjuangan sendiri.
“Di Jakarta, (suhunya) 30 derajat. Di sana (Azerbaijan) kan, bisa sampai minus. Beberapa kali syuting, saking dinginnya, kita bertiga (bersama Anggika Bolsterli dan Jourdy Pranata) sering berpelukan sampai ada fotonya.
Baca Juga: Berperan sebagai Surrogate Mother di Dear Jo, Ini Kata Anggika Bolsterli Soal Jadi Ibu Pengganti
Artikel Terkait
Yuk Cobain Resep Chicken Ballotine Enak dan Bergizi dari Chef Devina Hermawan
Pakar Media Soal Threads Jadi Pesaing di Media Sosial: Saingan Itu Wajar
Gagal 'Tes' Lari 5 KM dalam 30 Menit di Suhu 40 Derajat, Karyawan Probation China Dipecat
Sudah Bisa Ditonton di Aplikasi Streaming, Ini Sinopsis "Voice of Silence” yang Dibintangi Yoo Ah-in
Titimangsa Gelar Teater dengan Cerita Horor “Ariyah dari Jembatan Ancol”. Yang Suka Horor Merapat, Yuk!
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 57 Sudah Dibuka! Ini Syarat Mendaftar yang Harus Kamu Penuhi