Knife lover Hermanto Tan yang juga pecinta pisau ini juga mengoleksi pisau, sekaligus belajar memasak dan memotong-motong (daging), terutama steak.
"Saya bukan dari dunia kuliner, saya engineer," tutur knife lover Hermanto Tan.
Titel engineer atau sarjana teknik atau tukang insinyur ditempuh Hermanto Tan sejak 1996 di Amerika Serikat.
"Saya engineer bidang metalurgi," kata tukang insinyur Hermanto Tan, lagi.
Pengoleksi hingga 87 pisau dari berbagai jenis dan fungsi serta negara ini menemukan momentum ide pengasah pisau saat masa pandemi Covid-19 sekitar dua tahun silam.
"Waktu itu everything slow dan saya mulai mengasah sendiri pisau-pisau koleksi saya," ucap tukang insinyur metalurgi Hermanto Tan.
Pecinta pisau atau knife lover dan pengasah pisau
Mengaku tak sanggup mengasah seorang diri pisau-pisau koleksinya itu, Hermanto Tan kemudian mencari pengasah pisau yang piawai dan mumpuni.
"Ternyata, enggak ada knife sharpener yang saya cari," kata Hermanto Tan.
Ketiadaan knife sharpener alias pengasah pisau sesuai keinginannya itulah yang memunculkan ide di benak Hermanto Tan menciptakan sendiri alat pengasah pisau.
"Saya lalu menciptakan alat pengasah pisau sendiri," ujar Hermanto Tan.
Sejatinya, pembeda antara pengasah pisau Katto dengan yang lainnya adalah bahan baku.