Paris memanfaatkan ketenarannya untuk kegiatan advokasi anak-anak yang dirugikan oleh sistem kesejahteraan anak, peradilan anak, pendidikan, dan layanan kesehatan Amerika.
Tahun lalu, ia hadir di hadapan Kongres dari Partai Demokrat dan Republik dan membantu meloloskan Undang-Undang Penghentian Pelecehan Anak di lembaga yang bipartisan.
Aksinya ini berangkat pengalamannya mengalami penganiayaan fisik dan emosional di masa SMA, sehingga ia keluar-masuk SMA yang berbeda.
UU tersebut bertujuan untuk memberikan pengawasan dan transparansi data yang lebih besar untuk program perawatan remaja di lembaga. Selain itu juga membantu mengidentifikasi dan mencegah pelecehan anak di lembaga.
Baca Juga: 3 Kategori Tugas Virtual Assistant, dari yang Dasar hingga yang Butuh Keterampilan Khusus
Ia mendorong wirausahawan muda lainnya untuk mengintegrasikan filantropi secara bermakna ke dalam pekerjaan mereka. "Dampak seharusnya bukan sekadar renungan, melainkan harus menjadi bagian dari misi kita sejak awal," ujar perempuan yang
Ia menambahkan bahwa orang kedua yang direkrut untuk perusahaannya adalah Rebecca Grone, Head of Impact di 11:11 Media.
"Saya juga mendorong para wirausahawan muda untuk berpikir kreatif tentang dampak dan sungguh-sungguh mendengarkan komunitas yang ingin mereka layani," katanya.
Paris Hilton menegaskan, ketika memiliki platform atau pengaruh, kita bisa menginspirasi audiens untuk bertindak bersama kita. “Dan itu adalah cara ampuh untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” tutupnya.