Lagi Jadi Tren, Ini Keuntungan dan Kerugian Bekerja sebagai Private Staff Para Miliarder

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 17 November 2025 | 09:33 WIB
Julia Dudley (26), lulusan S-2 di jurusan komunikasi yang meninggalkan pekerjaannya di agensi dan restoran dan memilih jadi private chef. (Instagram @juliadudley)
Julia Dudley (26), lulusan S-2 di jurusan komunikasi yang meninggalkan pekerjaannya di agensi dan restoran dan memilih jadi private chef. (Instagram @juliadudley)

PejuangKantoran.com - Kapitalisme sekarang ini seolah berada di era "siapa menang, dia dapat semua". Di satu sisi, perusahaan teknologi menawarkan gaji miliaran ke peneliti AI top. Lalu, ada Elon Musk yang sebentar lagi jadi triliuner pertama di dunia.

Namun di sisi lain banyak banget orang di-PHK, jalur karier tradisional pada ambruk, apalagi buat pekerja kerah putih. Melihat kondisi seperti itu, anak Gen Z melihat dari sisi yang lain: daripada menyaingi mereka, lebih baik layani mereka!

Bukan kebetulan, jumlah orang super kaya seperti ini makin banyak. Tahun 2000, misalnya, cuma ada 322 miliarder di daftar Forbes. Sekarang, jumlahnya sudah lebih dari 3.000.

Baca Juga: Siapa Mau Jadi Anak Buah Menkeu Purbaya? Kemenkeu Buka Lowongan untuk 2.100 Orang Tahun Ini!

Otomatis, rumah gedongan, jet pribadi, sama yacht mereka juga makin banyak, dan semua itu butuh banget staf pribadi (private staff) untuk membantu mengelolanya.

Gajinya bikin ngiler

Setelah pandemi, banyak perusahaan butuh karyawan. Alhasil, industri private staffing seolah jadi seperti lelang gaji. Gaji dan benefit yang ditawarkan naik gila-gilaan.

Menurut Brian Daniel, pemilik agensi staffing The Celebrity Personal Assistant Network, staf elit masih jadi posisi yang langka.

"Oh, butuh tempat tinggal? Ambil aja guest house ini. Butuh mobil kantor? Nih, dikasih 400 ribu dollar (semacam dana pensiun), jam kerja pasti. Pokoknya apa saja dikasih deh," ceritanya.

Situs agen kepegawaian Tiger Recruitment menawarkan lowongan pengurus rumah yang gajinya mencapai 120 ribu dollar (per tahun). Pengasuh anak bisa tembus 150 ribu dollar.

Baca Juga: 3 Hal yang Membedakan 'Agak Laen: Menyala Pantiku!' dengan Film Pertama, Boris Bokir Jadi Fokus Utama

Bahkan ada posisi "Head of Personal Assistant" yang gajinya antara 250 ribu sampai 280 ribu dollar. Atau "Director of Residences” (Direktur Hunian yang kerjanya bolak-balik antara New York, East Hampton, Aspen, dan Bel Air, dengan gaji 200 ribu sampai 250 ribu dollar.

Lulusan komunikasi banting setir jadi private chef

Dulu, menjadi staf pribadi itu biasanya terjadi tanpa sengaja. Sekarang, menurut Daniel, orang yang memilih pekerjaan ini bukan hanya lebih muda, tapi juga berpendidikan tinggi.

Ia mengaku sering menerima email dari orang yang punya gelar PhD, mantan pengacara, mantan pemilik bisnis, sampai orang real estate yang ingin banting setir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X