PejuangKantoran.com - Indonesia kembali berduka. Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia ke-6, meninggal dunia pada Senin pagi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada usia 90 tahun. Kabar ini disampaikan oleh pejabat negara dan langsung mendapat perhatian luas dari kalangan politik, militer, hingga masyarakat.
Perjalanan Karier
Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 November 1935 dan menapaki kariernya sejak muda melalui dunia militer. Ia mulai sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan berkontribusi aktif dalam berbagai operasi militer besar Indonesia, termasuk penumpasan pemberontakan PRRI pada akhir 1950-an.
Baca Juga: Film 'Laut Bercerita' Dibuat dengan POV Semangat Pemuda yang Ingin Melakukan Perubahan
Kariernya berkembang pesat. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya, dua posisi strategis di angkatan darat.
Selain itu, pada pertengahan 1980-an, Try dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat. Puncaknya, ia diangkat sebagai Panglima ABRI (Tentara & Polri), posisi tertinggi dalam struktur pertahanan negara.
Sebagai panglima, Try dikenal bukan hanya sebagai perwira karier, tetapi juga sosok yang perhatian pada kesejahteraan prajurit, termasuk inisiatif untuk Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD saat masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.
Masuk ke Jalur Politik
Karier politik Try Sutrisno mencapai puncaknya ketika ia diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada 1993, mendampingi Presiden Soeharto dalam periode pemerintahan yang dikenal sebagai masa akhir Orde Baru. Ia menjabat sebagai Wapres sampai 1998, periode yang penuh dinamika nasional.
Kiprah Try di gelanggang pemerintahan berlangsung di tengah tantangan sosial-politik yang cukup berat, dengan latar belakang pengalaman militernya yang luas menjadi salah satu landasan kuat perannya dalam menjaga stabilitas.
Kepergian Try Sutrisno tidak hanya menandai berakhirnya kehidupan seorang tokoh militer dan politik, tetapi juga sebuah era di mana figur berlatar milter memainkan peran penting dalam pemerintahan Indonesia. Jabatan Wapres yang pernah disandangnya menyusul masa-masa kepemimpinan Soeharto, dan rekam jejaknya kini menjadi bagian dari catatan sejarah modern negara.
Upacara penghormatan terakhir dan prosesi pemakaman direncanakan menyusul, dengan penghormatan militer khas untuk mantan pejabat setingkat wapres dan jenderal TNI yang telah mengabdi puluhan tahun bagi negara.