Beberapa jebolan boyband berjuang untuk menulis musik sendiri dan tampil atraktif tanpa bantuan grup. Sisanya memang tidak begitu berbakat atau kurang menjual jika tampil sendiri.
Harry Styles tidak termasuk dalam kategori yang terakhir. Sejak One Direction hiatus pada 2016, Harry sudah mencetak dua album No. 1 berturut-turut di Billboard 200, lalu naik ke No. 4 di Billboard Hot 100 dengan single solo debutnya, Sign of the Times (2017).
Harry menghindari musik pop yang manis dan apik seperti band lamanya. Pria yang masuk ke dunia musik setelah menjadi kontestan The X Factor pada usia 16 ini sudah menemukan dirinya sebagai retro-rocker yang bonafid ala Mick Jagger dan David Bowie.
Sepanjang sejarah, alumni boyband selalu berusaha menempatkan diri sebagai artis “dewasa” dengan memilih genre yang berbeda. Contoh paling menonjol adalah Justin Timberlake, yang sukses dengan debut solonya, Justified (2002), setelah keluar dari boyband NSYNC.
Melalui Justified, Justin yang berusia 21 tahun menjadi penyanyi R&B dengan penjualan album lebih dari tiga juta kopi di Amerika Serikat.
Tetapi jika ingin menemukan cetak biru untuk lintasan karier solo Harry Styles, kita harus menyimak perjalanan karier alumni boyband yang sesungguhnya: Paul McCartney, bassis The Beatles.
The Beatles mengawali karier sebagai empat pemuda manis berpakaian serasi, tetapi dengan kepribadian yang berbeda. Mereka tercatat sebagai boyband legendaris, sayangnya mereka tidak berpisah secara baik-baik.
Sama seperti leluhur rock and roll-nya, Harry Styles tampaknya lebih tertarik untuk mengembangkan karier selama puluhan tahun daripada kesuksesan meteorik yang singkat.
Dia memulai dengan awal yang baik, membuat penggemar semakin terpesona dengan selera fashion-nya yang unik, pembawaannya yang sesukanya, dan tentu saja, musiknya yang luar biasa.
Baca Juga: CEO Perusahaan Teknologi Bryan Johnson Jalani Program 2 Juta Dollar Agar Kembali Muda
Harry tidak perlu bergantung pada single hit algoritmik untuk mendapatkan keuntungan. Penjualan album dan tiketnya telah membuktikan sendiri semua perhitungannya.
Tidak seperti Zayn dan alumni One Direction lainnya, mantan kekasih Taylor Swift ini juga tidak hanya fokus pada musik.
"Dia juga main film, dan tur yang dia lakukan luar biasa," ujar Louis Tomlinson, rekannya di One Direction. Harry, menurutnya, paling sukses secara komersial karena dia benar-benar cocok dengan acuan bintang modern.
Jika Harry Styles mempertahankan strateginya saat ini, pendengar masa depan akan melihatnya bukan sebagai peninggalan masa lalu yang memalukan, tetapi sebagai seniman warisan yang masih berada di puncak kekuatannya.