Baca Juga: Raih 2 Grammy Awards, Ini Strategi Harry Styles Menjadi Alumni Boyband Tersukses
“Aku ditolak-tolakin buat project apa pun, mau scene sekecil apapun. Entah itu hanya ada dua scene atau apapun. Pernah ada yang ngomong, ‘Oh ini Emir yang dulu, ya? Jelek ya, sekarang?’” kenangnya. “Sumpah, sedih!”
Jadi ketika tawaran Dear David datang, lulusan Sauder School of Business, University of British Colombia, Vancouver, Canada, ini bersyukur karena masih ada yang mau memberinya kesempatan untuk bekerja sama lagi.
“They help me refine my value. Jadi, sebenarnya project ini spesial buat saya bukan hanya karena ceritanya, tetapi karena faktor itu juga. Ini hadiah yang datang di waktu yang tepat bagi saya,” tukasnya. (Syanne Susita)