PejuangKantoran.com - Sejak tahun lalu, Netflix Indonesia sudah menggencarkan kampanye WNI, atau Waktu Netflix Indonesia, di mana platform streaming film ini mengeluarkan film Indonesia yang diproduksi khusus untuk Netflix.
Setelah The Big 4, Dear David adalah film kedua yang khusus diproduksi untuk Netflix. Film ini dibintangi oleh Shenina Cinnamon, Emir Mahira, dan Caitlin North Lewis, dan disutradarai Lucky Kuswandi.
Tokoh David diperani oleh Emir Mahira, yang sebelumnya sempat berperan sebagai Soekarno remaja dalam film Soekarno (2013). Ketika disodori peran David, Emir langsung tertarik.
Baca Juga: CEO Perusahaan Teknologi Bryan Johnson Jalani Program 2 Juta Dollar Agar Kembali Muda
Menurutnya film ini mempunyai cerita yang unik, dan relevan bagi penonton yang menjadi target pemirsanya. Ia merasa film ini sangat personal buatnya.
“Waktu pertama kali membaca skripnya, saya merasa, ah, seandainya ketika saya di umur David dan Laras, I wish I had this movie to watch. I don’t know, it’s like a love letter to my past self,” terangnya, saat konferensi pers Dear David di Hotel The Westin, Kuningan, Rabu (8/2/2023) lalu.
Aktor kelahiran 19 September 1997 ini mengaku, tawaran film dari Palari Film dan Netflix ini datang pada waktu dan momen yang tepat baginya. Karier akting Emir memang sempat terhenti karena ia harus sekolah di luar negeri.
Selama menghabiskan SMP di Singapura, SMA di Malaysia, dan masa kuliah di Canada, Emir memang tidak pernah berakting lagi. Padahal, sebagai aktor cilik, ia dianggap sangat berpotensi.
Baca Juga: Aulia Sarah Tidak Mau Pusing dengan Anggapan Penonton Soal Pilihan Peran Stereotip
Debut aktingnya di film Garuda di Dadaku sempat menjadikannya nominee Piala Citra 2009 untuk kategori Pemain Pria Terbaik. Bahkan, aktingnya di Rumah Tanpa Jendela diganjar penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011.
Setelah vakum dari dunia akting selama 9 tahun, Emir sempat terpikir untuk pensiun main film. Apalagi, di awal upayanya untuk mencoba dari awal, ia mengaku sering sekali menerima penolakan. Itu sebabnya Dear David menjadi film yang sangat personal buatnya.
“Dear David adalah suatu kesempatan, hanya sedikit dari peluang terbaik yang datang dalam hidup saya dan pada saat yang memang sangat saya butuhkan,” ujarnya.
“Jujur, sebelum Dear David, aku sempet kepikiran untuk mengundurkan diri dari dunia akting. Aku mencoba untuk comeback tapi as viewed-nya kurang positif lah itungannya, karena aku nggak punya followers,” tambahnya.
Selain itu, banyak pemain yang lebih berprestasi bermunculan selama dirinya kuliah di luar negeri. Jadi ketika ia tiba kembali di Indonesia, yang ia dapatkan hanyalah penolakan dari mana-mana.
Dalam sesi nonton bareng Dear David bersama penggemar, Emir menceritakan penolakan dan cemoohan yang ia alami saat mencoba kembali ke dunia akting.
Artikel Terkait
Terlalu Agresif dalam Mengejar Bisnis Streaming Video, Kini Disney PHK 7000 Karyawan
Netflix Buka Lowongan Kerja Country PR Lead, Bakalan Sering Business Trip Ke Luar Negeri Nih!
3 Mitos Bekerja Jarak Jauh yang Ternyata Tidak Terbukti, Semoga Bos-bos Membaca Ini!
Daftar Top 40 Under 40, 40 Orang Indonesia Paling Berpengaruh
Penipuan Lewat Undangan Pernikahan di Whatsapp, Jangan Malas dan Teliti Baca Notifikasi Pesan
Biasa Jadi Teman Kerja Pagi, Kopi Panas Jadi Penyebab Kanker?