PejuangKantoran.com - Zero Inbox Person adalah sebutan untuk orang yang rajin menghapus inbox email setiap hari. Orang seperti ini paling tak tahan melihat ada email yang belum dibuka. Sebaliknya, ada pula tipe orang yang di inbox emailnya terdapat lebih dari 10.000 email yang tidak terbaca. Kok bisa begitu, ya?
Ternyata, ada alasan psikologis di balik tipe kepribadian Zero Inbox Person:
Punya kecemasan sosial atau seorang introver
Kamu sering merasa cemas saat berhadapan dengan orang lain, bahkan ketika bertelepon saja. Atau, kamu memang introver. Nggak masalah sih, kalau kamu mengalaminya. Bagi Zero Inbox Person, “Notifikasi email membuatmu tertekan kalau tidak segera merespons, overthinking tentang apa yang disampaikan atau apa yang harus kamu sampaikan sebagai balasan, merasa energimu untuk berada di tengah orang lain sedang rendah, dan lain sebagainya,“ jelas Jami Dumler, pekerja sosial di Thriveworks di Bethlehem, Pennsylvania, yang berspesialisasi dalam penanganan depresi, OCD, kecemasan, stres, dan relasi.
Kamu perfeksionis
Kamu punya ekspektasi yang tinggi tentang dirimu. Kamu merasa akan jadi karyawan yang payah kalau tidak segera membalas email. "Orang-orang perisau yang suka mengkritik diri sendiri cenderung menyalahkan diri mereka, atau merasa akan jadi orang gagal jika tidak memenuhi standar yang tidak realistis yang mereka tetapkan sendiri," kata Lena Derhally, psikoterapis yang juga penulis buku The Facebook Narcissist: How to Identify and Protect Yourself and Your Loved Ones From Social Media Narcissism.
Punya desakan berlebihan untuk menyelesaikan segala sesuatu
Kamu senang memberi tanda cek (V) dari daftar tugas kamu, karena membuat kamu nyaman. Kamu merasa lega karena setiap notifikasi belum terbaca bukan lagi berada di daftar teratas dari tugas-tugas yang harus dilakukan. Kamu tertekan kalau ada tugas (atau notifikasi) yang belum diselesaikan.
Kecanduan ponsel
Menurut penelitian, kecanduan smartphone bisa menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi otak, di mana kecenderungan orang untuk tergantung pada ponselnya meningkat. Efek negatifnya bisa meluas, sehingga perlu waspada kalau hal ini jadi masalah buat kamu. Kamu bisa terditraksi dari tugas-tugas penting, frustrasi, membuang-buang waktu, dan banyak lagi.
Punya kecenderungan OCD
Penyebab potensial lainnya adalah punya kecenderungan OCD (obsessive-compulsive disorder), di mana ada pola pikiran atau ketakutan yang tidak diinginkan yang memicu perilaku yang diulang-ulang. Yang lebih khusus lagi, memiliki subtipe urutan dan simetri OCD. Berbeda dengan subtipe kontaminasi, yang melibatkan kecemasan seputar infeksi dan kuman, subtipe urutan dan simetri adalah ketika ada paksaan dan obsesi terhadap item yang ‘begitu saja’,” jelas Dumler. “Notifikasi yang belum dibaca eringkali menantang otak seperti OCD.”
Terlepas dari alasan tersebut, buat para Zero Inbox Person, cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Daripada memecahkan masalah dengan notifikasi, lebih baik tarik kembali gambaran besarnya untuk mencari tahu apakah ada pola yang berperan di situ. Kalau kamu mengalami gejala-gejala yang menahan kehidupanmu sehari-hari, jangan ragu pula untuk mulai berkonsultasi dengan psikolog. (din)