WHO juga telah menyatakan bahwa tren peningkatan penyakit pernapasan bukanlah hal yang tidak terduga karena musim dingin yang sudah dimulai. Namun, MOH sampai saat ini terus memantau situasi global dan lokal dengan seksama.
Dengan dimulainya musim puncak perjalanan ke luar negeri, MOH juga mengingatkan kepada semua wisatawan untuk waspada dan menerapkan tindakan pencegahan perjalanan yang relevan.
Vaksinasi lanjutan
Salah satu cara yang dilakukan pemerintah Singapura untuk mencegah kasus COVID-19 yang semakin tinggi, MOH menyarankan masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan vaksinasi COVID-19.
Warga Singapura direkomendasikan melakukan vaksinasi dosis tambahan sekitar satu tahun setelah dosis vaksin terakhir untuk yang berusia 60 tahun ke atas, orang-orang yang rentan secara medis, dan penghuni fasilitas perawatan lansia.
"Di luar kelompok ini, semua orang berusia enam bulan ke atas juga dianjurkan untuk menerima dosis tambahan, terutama untuk petugas kesehatan dan anggota rumah tangga/pengasuh individu yang rentan secara medis," jelas MOH.
Warga Singapura juga harus terus menjaga kebersihan diri dan melakukan tindakan pencegahan saat bepergian. Untuk yang tidak enak badan, harus mengenakan masker dan meminimalkan pekerjaan dan interaksi sosial. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
5 Penyebab Ketiak Masih Berbau Meskipun Sudah Pakai Deodoran, Salah Satunya Stres
Duh, Ternyata Bahaya Kesepian Sama dengan Merokok dan Bisa Sebabkan Kematian
Ini 5 Sarapan Paling Sehat Buat Tubuh Kamu, Jangan Sampai Salah Pilih
Nonton MMA Brave FC 76 di Balai Sarbini Hari Ini, Pintu Arena untuk Penonton Buka Pukul 17.00 WIB
Penyebab Kualitas Istirahat Kerja Pegawai Kantoran dan Pekerja Remote Berbeda, Kalau Kamu Gimana?
Jangan Diremehkan, Ini Pentingnya Punya Waktu Istirahat Kerja yang Berkualitas!
Kenapa Kamu Mengantuk Setelah Makan? Ini Jawabannya!
Hari AIDS Sedunia, Harapan Mengatasi AIDS Lewat Komunitas
Manfaat Kesehatan Gari Si Acar Jahe Merah, Jangan Dilupakan Kalau Lagi Makan Sushi
Gula Tambahan Bisa Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Bagaimana dengan Pengganti Gula?