Duh, Ternyata Bahaya Kesepian Sama dengan Merokok dan Bisa Sebabkan Kematian

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 November 2023 | 11:00 WIB
ilustrasi kesepian (Freepik)
ilustrasi kesepian (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tak ada yang suka kesepian. Bukan cuma tak suka, tapi ternyata kesepian juga berbahaya. Malah, kesepian sama dengan merokok.

Kesepian sama dengan merokok ini diungkapkan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO

Dalam pernyataannya, WHO juga menyebut bahwa dampak kematian akibat kesepian sama dengan merokok 15 batang sehari.

WHO menyebut bahwa pandemi Covid-19 memperparah kondisi kesehatan akibat kesepian. Isolasi sosial, jaga jarak dan lainnya membuat level kesepian makin parah. 

Baca Juga: 2024, Pemerintah Renovasi 22 Stadion Sepak Bola di Seluruh Indonesia, termasuk Stadion Kanjuruhan

Untuk mengatasi masalah ini, WHO pun membentuk komisi internasional kesepian.

WHO menjadikan kesepian sebagai prioritas kesehatan global, katanya pada hari Rabu, saat meluncurkan Komisi Hubungan Sosial yang baru.

Selama tiga tahun ke depan, komisi ini akan berfokus pada cara-cara untuk mengatasi “ancaman kesehatan yang mendesak” dari epidemi kesepian global, mengkaji ilmu pengetahuan terkini dan merancang strategi untuk membantu masyarakat memperdalam hubungan sosial mereka.

“Sudah terlalu lama, kesepian berada di balik bayang-bayang, tidak terlihat dan kurang dihargai, mendorong penyakit mental dan fisik,” katanya. “Sekarang, kita punya kesempatan untuk mengubahnya.”

Pertemuan ini diketuai oleh Utusan Pemuda Uni Afrika Chido Mpemba dan Ahli Bedah Umum AS Dr. Vivek Murthy, yang telah banyak menulis dan berbicara tentang risiko isolasi sosial dan menjadikan masalah ini sebagai salah satu kekhawatiran utamanya selama menjabat.

 

Menurut Murthy, risiko kesehatan akibat kesepian sama buruknya dengan merokok hingga 15 batang sehari, dan bahkan lebih besar dibandingkan risiko yang terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Mengalami isolasi sosial atau kesepian dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, demikian temuan sebuah studi baru.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Guardian, CNN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X