WHO mengatakan bahwa punya catatan terhadap 190 negara yang penduduknya mengalami obesitas.
Dari komposisi jenis kelamin penduduk, sekitar 80 persen penduduk Tonga dan Nauru terkena obesitas.
WHO menambahkan juga, penyandang obesitas sering terlanda sedikitnya 3 jenis penyakit.
"Pertama, orang obesitas atau kegemukan sering terkena penyakit jantung," kata WHO.
Di urutan kedua di belakang penyakit jantung adalah penyakit diabetes atau gula paling mengancam orang kegemukan.
"Beberapa jenis penyakit kanker juga melanda orang kegemukan atau obesitas," kata WHO.
Peneliti WHO pun menyebut beberapa negara bahkan sudah berada dalam status kritis obesitas.
Alasannya, di negara-negara itu, jumlah penduduk kegemukan atau obesitas di atas 80 persen dari jumlah populasi.
"Kondisi ini yang disebut krisis obesitas," kata WHO.
Sementara itu, angka kenaikan jumlah penyandang kegemukan atau obesitas pada perempuan dewasa cenderung naik dua kali lipat.
Lantas, pria dewasa dengan obesitas, jumlahnya bisa baik tiga kali lipat.
"Sudah waktunya seluruh dunia menaruh perhatian serius mengurangi obesitas demi kesehatan," pungkas WHO.
Artikel Terkait
Depopulasi, Ancaman bagi Generasi Z Pekerja yang Kian Kentara
Bahaya Bromat dalam Air Mineral Kemasan, Jangan Langsung Percaya Hoax
Sudah Dua Dekade, Militer Amerika Serikat Tak Buka Lowongan Kerja
Usai Microsoft, Giliran Sony Pecat Karyawannya
Panduan Ahli Dermatologi saat Suntik Skin Booster untuk Mengatasi Berbagai Masalah Kulit
Selain Jadwal Giliran Pergantian Kerja, 6 Hal Ini Biasanya Bikin Pekerja Kantoran Stres
Alasan Generasi Z Amerika Serikat Tak Mau Jadi Tentara
Riset: Perusahaan Bisa Siapkan 6 Fasilitas Ini demi Mencegah Pekerja Kantoran Mengalami Stres
Pekerja Perempuan yang Memiliki Anak Balita Mendambakan Waktu Bekerja Fleksibel
Orang Kantoran Bisa Dapat Uang dari 4 Ide Usaha Sampingan Berbasis Digital
Lebih dari Satu Miliar Orang di Dunia Terlanda Obesitas atau Kegemukan
27 Ribu Orang Akan Pulang Kampung dengan Mudik Gratis dari Jakarta
Riset: Promosi Makanan Tak Sehat yang Agresif Jadi Pemicu Tingginya Angka Kegemukan
Pemerintah DKI Jakarta Siapkan Dana Rp 13 Miliar untuk Mudik Gratis