PejuangKantoran.com - Tidur adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, tetapi kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda-beda.
Mungkin kamu merasa cukup dengan enam setengah jam tidur, sementara temanmu merasa perlu delapan jam. Lalu, apa yang membuat perbedaan ini?
Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan tidur setiap orang.
Baca Juga: Kejutan! 6 Tokoh Perempuan Ini Dipanggil Prabowo ke Kertanegara, Fix Bakal Jadi Menteri?
Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin
Studi menunjukkan bahwa wanita membutuhkan waktu tidur sedikit lebih lama dibandingkan pria, dengan rata-rata tambahan sekitar 11 menit.
Hal ini mungkin disebabkan oleh tanggung jawab rumah tangga yang lebih banyak diemban oleh wanita, serta gangguan tidur yang disebabkan oleh menstruasi, menopause, dan kehamilan. Selain itu, wanita cenderung tertidur lebih cepat, memberi mereka sedikit keuntungan dalam memulai siklus tidur.
Dampak Insomnia
Sekitar satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia, yang dapat mengganggu kebutuhan tidur. Insomnia bisa membuat kamu terjaga di malam hari dan menyebabkan kamu butuh lebih banyak waktu untuk beristirahat atau tidur siang di siang hari.
Ada banyak penyebab insomnia, termasuk kecemasan, depresi, dan stres. Penanganan insomnia bisa dilakukan dengan strategi tidur yang lebih baik, seperti menjaga rutinitas waktu tidur yang konsisten dan menghindari stimulasi menjelang tidur.
Baca Juga: Jangan Keasyikan Work From Cafe, Berapa Lama Sih Boleh Numpang WFC di Kafe?
Sleep Apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang umum, di mana pernapasan terhenti sementara selama tidur. Sekitar 20% populasi di AS mengalami kondisi ini.
Gangguan ini membuat kamu perlu lebih banyak tidur untuk mengimbangi kebangkitan yang terjadi sepanjang malam. Ada berbagai pengobatan untuk sleep apnea, mulai dari penurunan berat badan hingga penggunaan masker CPAP.
Ritme Sirkadian yang Tidak Teratur
Ritme sirkadian tubuh kita dipengaruhi oleh siklus siang dan malam. Namun, teknologi modern dan pola hidup di kota-kota terang dapat mengganggu ritme ini, membuat kita sulit tidur berkualitas.
Untuk memperbaikinya, cobalah untuk bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari serta menghindari layar perangkat elektronik sebelum tidur.
Artikel Terkait
Rugi Besar di Kuartal 3, Boeing Akan PHK 10 Persen Karyawannya
Ratusan Karyawan TikTok akan Dipecat, Perusahaan Beralih Ke Moderasi Konten melalui AI
Operasi Zebra 2024 Wilayah Jabodetabek Mulai Digelar Oktober Ini. Berikut Daftar Target Pelanggaran Dan Sanksinya
Ingin Lebih Dekat dengan Anak Muda, BRI Sukses Gelar BRImo FSTVL 2024
Kemenpora Buka Program Beasiswa S2 dan S3 untuk Pelaku Olahraga, tanpa Syarat Prestasi Minimal
Platform TIC Digital Nusantara Bisa Memudahkan dan Memanjakan Wisatawan di Indonesia. Bagaimana Caranya?
Berkat Pinjaman KUR dari BRI, Petani Jambu Citra Dari Desa Menawan Ini Panennya Jadi Menawan
Benarkah Peraturan Baru Kemenag Melarang Pernikahan di Hari Sabtu, Minggu, & Libur? Cek Faktanya!
SKD CPNS 2024 Siap Digelar 16 Oktober, Peserta Wajib Lakukan Face Recognition dan Scan Barcode
Selain Nambah Penghasilan, Jadi AgenBRILink Bisa Bantu Masyarakat yang Tak Punya Akses ke Bank