4 Jenis Sakit Kepala Yang Umum Melanda dan Cara Pengobatannya Agar Tidak Mengganggu Performa Kerja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 13:26 WIB
Migrain adalah salah satu sakit kepala yang lebih banyak dijumpai pada perempuan. (Freepik)
Migrain adalah salah satu sakit kepala yang lebih banyak dijumpai pada perempuan. (Freepik)

Pejuangkantoran.comsakit kepala adalah salah satu ganguan kesehatan yang umum dijumpai, hamper setiap orang pernah mengalaminya. Umumnya rasa sakit itu akan hilang dengan sendiri tanpa diobati.

Namun ada juga orang yang kerap mengalami sakit kepala. Tak hanya harus diwaspadai, sakit kepala yang cukup sering juga berdampak pada kehidupan kamu dan performa kerjamu.

Sakit kepala yang seperti ini wajib diwaspadai karena ada kemungkinan kamu ounya sakit tertentu atau cedera tertentu.

Tentu saja mendatangi dokter spesialis akan sangat membantu untuk mengetahui apakah penyebabnya fisik atau pisikis dan lingkungan.

Sangat penting untuk mengetahui dan memahami diagnosis terhadap sakit kepala selengkap mungkin. Dari situ, kamu akan tahu tipe sakit kepala yang kamu alami dan penyebabnya.

Gejala sakit kepal itu mulai dari ringan hingga parah. Bisa bersifat episodic yang kadang muncul atau kronis yang kemunculannya sering dan konsisten.

Secara umum, sakit kepala itu dibagi dua tipe utama, yaitu primary dan secondary. Primary biasanya disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lain, jadi sakit kepala terjadi karena efek sampingnya.

Sakit kepala tipe ini yang paling umum adalah migrain dan sakit kepala tegang.

Yang kedua, secondary adalah sakit kepala yang muncul karena ada kondisi tubuh yang tidak sehat, seperti demam, infeksi, stres, atau cedera kepala.

 Baca Juga: 8 Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat : Alami dan Ampuh

MIGRAIN

Migrain adalah salah satu sakit kepala yang paling mengganggu. Gejalanya ditandai dengan rasa nyeri berdenyut sedang hingga parah.

Sakit kepala ini bisa berlangsung hanya sekitar 4 jam hingga 72 jam. Gejalanya bisa terjadi satu hingga empat kali dalam sebulan.

Seseorang yang terkena migrain mungkin sensitif terhadap cahaya dan suara. Tempat yang gelap dan tenang membuat mereka merasa lebih nyaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X